Suara.com - Coca Cola Amatil, perusahaan pembuat minuman ringan berencana mengurangi jumlah karyawan pada tahun depan. Ada 260 posisi yang akan dihapus seiring dengan rencana perusahaan itu memotong biaya kampanye sebesar 100 juta dolar Amerika.
Direktur Coca Cola Amatil, Alisson Watkins mengatakan, mayoritas posisi yang dihapus itu adalah posisi di belakang meja.
“Proses restrukturisasi terakhir ini akan memberikan kami kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa mencapai target,” kata Watkins.
Penghematan sebesar 100 juta dolar Amerika akan datang dari pengurangan aktivitas di sumber daya manusia, keuangan dan teknologi informasi. Sebagian besar posisi yang dikurangi akan diterapkan di kantor di Sydney, Australia.
Perusahaan akan memperlakukan karyawan yang dipecat dengan penuh rasa hormat. “Kami akan menghadapi mereka dengan sangat sensitif dan berusaha mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan ,” jelasnya.
Meski kondisi penjualan di Australia tidak terlalu bagus, Watkin tetap yakin pemasukan yang diterima di semester kedua akan lebih bagus dibandingkan semester pertama yaitu 316,7 juta dolar Amerika. (News)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara