Suara.com - Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menyatakan jika saat ini mata uang rupiah tidak melemah terhadap mata uang dolar AS melainkan dolar AS yang menguat dan berimbas rupiah menjadi lebih murah.
"Saat ini yang terjadi bukan rupiah melemah, tetapi karena dolar Amerika yang menguat akibat adanya pertumbuhan ekonomi di Amerika sebesar empat persen," katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Expo tahun 2014 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu malam (17/12/2014).
Ia mengatakan mata uang rupiah saat ini juga lebih kuat dari mata uang Turki, Rusia, atau negara lain dan bahkan lebih baik dari mata uang negara Asia lainnya.
"Kondisi seperti ini akan memberikan efek ekspor yang lebih baik dan impor akan tertahan akibat kondisi ini," katanya.
Menurut dia, secara alamiah akan terjadi peningkatan ekspor dan mengurangi impor dan kondisi seperti ini penting mengingat hal ini akan menyebabkan permintaan barang akan meningkat.
"Justru dampaknya lebih banyak positif, daripada negatifnya. Ini kesempatan untuk maju dan semoga peluang seperti itu dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga apa yang dituju untuk majukan Jatim ini jadi bagian untuk majukan ekonomi Indonesia," katanya.
Dirinya juga memberikan penghargaan atas terselenggaranya pameran BUMD karena dengan adanya kegiatan ini akan membawa perkembangan yang baik untuk perkembangan masing-masing BUMD.
"Setiap perusahaan selalu menyampaikan visi dan misinya untuk kedepan. Begitu pula dengan BUMD dan BUMN visinya pasti untuk mengembangkan sekaligus punya magnetan tentunya harus punya fungsi sosial," katanya.
BUMD saat ini sudah banyak yang berkembang dengan baik di masing-masing provinsi dibuktikan dengan adanya pasar-pasar yang tetap berjalan, pelayanan air bersih dan juga pertumbuhan perdagangan.
"Ini jadi modal aset yang ada di daerah untuk dikembangkan karena ada aset BUMD untuk terus dikembangkan di samping adanya pelayanan atau service kepada masyarakat yang harus diperhatikan," katanya.
Ia mengatakan, dulu BUMD susah untuk profesional karena berkaitan dengan birokrasi mengingat dulu banyak ditempatkan orang orang dari pemerintah daerah yang sudah pensiun untuk menduduki jabatan direksi pada BUMD.
"Hal itu dilakukan karena orang-orang tersebut memiliki sifat birokrasi yang baik. Namun demikian yang perlu diperhatikan adalah BUMD itu berbeda dengan birokrasi dan harus berkembang," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional