Suara.com - Pemerintah akan berupaya untuk menempatkan wakilnya di jajaran manajemen PT Freeport Indonesia. Juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Saleh Abdurrahman mengatakan, rencana itu akan masuk dalam pembahasan Nota Kesepahaman atau MoU kedua antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia.
“Syarat agar pemerintah bisa menempatkan wakilnya di jajaran manajemen minimal harus punya saham 30 persen. Tahun ini rencananya Freeport akan melepas saham sebesar 10 persen lagi. Jadi, total saham pemerintah di Freeport sekitar 19 persen. Dengan menempatkan wakil di manajemen maka pemerintah akan lebih mudah menata industri migas,” kata Saleh kepada suara.com melalui sambungan telepon, Senin (26/1/2015).
Saleh mengatakan, PT Freeport Indonesia merupakan Penanamam Moda Asing yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perekonomian di Papua dan juga Indonesia. Karena itu, menempatkan wakil di jajaran manajemen akan memberikan dampak positif.
Sebelumnya, Pemerintah dan PT Freeport Indonesia sepakat untuk memperpanjang pembahasan amandemen kontrak hingga enam bulan ke depan. Pemerintah bersama Freeport akan menyusun poin-poin kesepakatan baru di luar yang lama. Ada fokus-fokus tambahan dalam MoU yang baru ini, salah satunya adalah memperbesar pembagian keuntungan Freeport untuk Papua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah
-
Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
-
CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital
-
Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat
-
Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?
-
Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat
-
Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar
-
Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah