Suara.com - Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen Global Survey pada Q4/2014 diketahui bahwa lebih dari setengah populasi masyarakat Indonesia menganggap kondisi ekonomi negara tengah mengalami resesi.
"Sekitar 59 persen menganggap Indonesia sedang mengalami resesi ekonomi, dan delapan dari 10 responden telah menyesuaikan kebiasaan belanja mereka," kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin di Jakarta, Sabtu, (7/2/2015).
Menurut dia, anggapan tesebut muncul akibat adanya kebijakan pemerintah yang menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November tahun lalu.
Saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, muncul kekhawatiran dari masyarakat terhadap dampaknya pada harga kebutuhan pokok dan transportasi.
Pada riset tersebut diketahui juga bahwa 52 persen responden akan mengurangi pengeluaran berupa pakaian, dan 47 persen menunda pembelian barang teknologi atau "gadget".
"Selain itu masyarakat juga melakukan penyesuaian dengan mengurangi liburan di luar rumah dan menghemat pemakaian gas dan listrik," ungkap Agus menjelaskan riset yang dilakukan pada 502 responden di seluruh Indonesia itu.
Akan tetapi lebih lanjut didapat hasil bahwa delapan dari 10 konsumen Indonesia juga optimistis dengan kondisi keuangan personal akan tetap stabil dan membaik dalam 12 bulan ke depan.
Namun, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, optimisme kondisi keuangan pada Q4 merupakan yang terendah yaitu 80 persen, sedangkan Q1 83 persen, Q2 85 persen, dan Q3 85 persen, jelasnya.
Indonesia menduduki peringkat kedua pada Indeks Kepercayaan Konsumen bersama dengan Filipina dengan skor 120 berdasarkan hasil poin total riset tersebut.
"Walaupun pada kuartal ke-4 ada penurunan poin akibat perubahan harga BBM, namun secara umum tingkat keyakinan konsumen di Indonesia relatif tetap stabil," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?
-
Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital
-
Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China
-
Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor
-
Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta
-
Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret
-
Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI
-
Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya
-
Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO