- Menteri PKP mulai bedah 82 rumah di Menteng Tenggulun dengan kebijakan wajib pakai genteng.
- Proyek kolaborasi lintas sektor ini akan menyulap pemukiman padat menjadi sentra kuliner UMKM.
- Kontraktor akui rumah yang rampung masih pakai spandek, menunggu arahan lanjut dari donatur.
Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tancap gas memulai proyek percontohan bedah rumah di kawasan padat penduduk Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Proyek ini bukan sekadar renovasi biasa, melainkan menjadi panggung perdana kebijakan "gentengisasi" atau penggantian atap rumah warga menjadi genteng.
Dalam kunjungannya pada Jumat (27/2/2026), menteri yang akrab disapa Ara ini menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah kawasan kumuh menjadi lebih layak huni. Ia menggandeng berbagai pihak, mulai dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), yayasan sosial, sektor swasta, hingga TNI Angkatan Laut (AL).
"Kita usahakan semuanya pakai genteng ya. Jelas ya? Pakai genteng," tegas Ara saat menginstruksikan jajaran Dirjen Perumahan dan pengawas proyek di lokasi.
Targetnya, sebanyak 82 rumah di kawasan tersebut akan direnovasi. Tak hanya urusan atap, Menteng Tenggulun diproyeksikan bertransformasi menjadi sentra kuliner bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus menata kawasan pemukiman padat di jantung ibu kota.
Meski instruksi "gentengisasi" menggema kuat, fakta di lapangan menunjukkan tantangan tersendiri. Berdasarkan pantauan, dua rumah yang telah rampung direnovasi justru belum menggunakan genteng, melainkan atap berbahan spandek.
Hanif, kontraktor yang menangani proyek tersebut, mengaku sejauh ini pihaknya memang memasang spandek sesuai arahan awal sejak dua bulan lalu.
"Bukan (genteng), ini spandek. Kitanya tuh ditanya pakai apa? Pakai spandek. Tapi nanti kemauan donaturnya seperti apa, kita ikutin," ujar Hanif.
Tantangan koordinasi ini menjadi catatan penting di tengah ambisi besar Kementerian PKP. Kini, publik menanti apakah 80 rumah tersisa benar-benar akan "berselimut" genteng sesuai titah Sang Menteri, ataukah kendala teknis dan keinginan donatur akan mengubah arah kebijakan di lapangan.
Baca Juga: Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN