Bisnis / Makro
Jum'at, 27 Februari 2026 | 21:13 WIB
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah akan meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat mulai dari LPG, minyak mentah atau crude oil, hingga LNG. (Suara.com/M. Yasir)
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM sedang mematangkan kerja sama investasi industri logam dengan Kementerian Baja India setelah pertemuan baru-baru ini.
  • Kerja sama fokus pada investasi India, hilirisasi logam untuk barang modal, serta riset dan inovasi efisiensi energi.
  • Tindak lanjut berupa penyerahan draf MoU oleh India, dilanjutkan konsultasi ESDM dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan rencana kerja sama dengan India di sektor industri logam.

Hal itu diungkap Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung setelah melakukan pertemuan dengan Kementerian Baja India atau Ministry of Steel Government of India beberapa waktu lalu. 

"Ini kan kita membahas itu banyak aspek. Itu kan salah satu yang mereka tanyakan adalah bagaimana untuk peningkatan kerjasama yang dituangkan di dalam bentuk itu perjanjian atau MoU kerjasama," ujar Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (27/2/2026). 

Ilustrasi industri logam. [Pixabay/Arek Socha]

Yuliot memaparkan tiga poin utama yang menjadi fokus dalam kerangka kerja sama itu, pertama dorongan investasi industri logam.

Dia bilang India berkomitmen mendorong perusahaan-perusahaan asal negaranya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. 

Kedua, kerja sama antara kedua negara nantinya akan  diarahkan pada keberlanjutan program hilirisasi logam untuk mengembangkan industri barang modal. 

Ketiga, Indonesia dan India sepakat mengembangkan riset dan inovasi pada barang modal agar lebih efisien dalam pemanfaatan energi. 

Sebagai tindak lanjut pemerintah India akan menyerahkan draf MoU. Setelahnya akan dikonsultasikan Kementerian ESDM dengan Kementerian Luar Negeri. 

"Kami akan berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait kerangka MoU yang dibahas. Penandatanganan nantinya akan dilakukan langsung antar-menteri, yakni Menteri ESDM RI dengan menteri India," kata Yuliot.

Baca Juga: Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?

Load More