Suara.com - Tarif kereta api kelas ekonomi akan naik per 1 April 2015 mendatang. Penaikkannya sangat tinggi hampir 2 kali lipat.
Mulai tanggal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menaikkan tarif KA Ekonomi baik lokal maupun jarak jauh. Di wilayah Daerah Operasi (Daops) 8 Surabaya ada 7 kereta api jarah jauh dan 10 kereta api lokal bersubsidi yang mengalami kenaikan.
Manager Humas PT KAI Daops 8 Surabaya, Sumarsono mengatakan penaikkan ini dikarenakan penaikkan harga BBM bersubsidi, kurs dolar terhadap rupiah, dan perubahan perhitungan biaya operasional (BOP) KA Ekonomi dari 8 persen menjadi 10 persen.
"Kenaikan tarif dilakukan agar dapat menjaga kelanjutan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pengguna jasa KA. Sehingga masyarakat tetap dapat menggunakan jasa KA sebagai pilihan moda transportasi massal yang aman, nyaman, bebas macet, dan ramah lingkungan," ujar Sumarsono, Selasa (3/3/2015).
Kereta api ekonomi bersubsidi jarak sedang dan jauh yang mengalami kenaikan di antaranya KA Logawa, Kertajaya, Pasundan, Sri Tanjung, Gaya Baru Malam Selatan, Matarmaja dan Tawang Alun. Harga tiket KA Matarmaja jurusan Malang - Jakarta Pasar Senen mengalami kenaikan dari Rp65.000 menjadi Rp115.000.
Sedangkan kereta api ekonomi bersubsidi jarak dekat atau lokal di wilayah Daops 8 Surabaya yang mengalami kenaikan adalah KA Penataran, Tumapel, Dhoho, Ekonomi Lokal dan KRD. Kenaikan harga tiket bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp50.000.
KRD jurusan Surabaya - Porong PP dan Surabaya - Lamongan PP misalnya, mengalami kenaikan dari harga semula Rp2.000 menjadi Rp4.000. (Yovie Wicaksono)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok