Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (Antara)
Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/4/2015) ditutup turun tipis sebesar 9,56 poin seiring dengan aksi pelaku pasar saham asing yang kembali melakukan aksi jual.
IHSG melemah 9,56 poin atau 0,17 persen menjadi 5.491,34. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) turun 2,67 poin (0,28 persen) ke level 953,21.
"Setelah sempat bergerak menguat pada awal sesi perdagangan tadi pagi, dalam perjalanannya IHSG BEI bergerak berbalik arah ke area negatif hingga sesi penutupan," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo di Jakarta.
Ia menambahkan pelaku pasar asing yang masih berada dalam posisi lepas saham menambah sentimen negatif bagi IHSG. Pada perdagangan efek di BEI, tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp74,884 miliar pada Jumat.
Ia mengemukakan sebagian investor sedang menanti data-data ekonomi yang sedianya akan dirilis pada pekan depan yakni tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dan neraca perdagangan Indonesia.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan secara umum IHSG masih berada dalam jalur tren penguatan, koreksi yang terjadi saat ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian.
"Kondisi IHSG masih berpotensi untuk kembali naik dan mencetak rekor baru lagi, apalagi perekonomian domestik masih cukup kondusif," katanya,
Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 200.571 kali dengan volume mencapai 4,53 miliar lembar saham senilai Rp4,11 triliun. Efek yang mengalami kenaikan 119 saham, yang melemah 168 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 117 saham.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 328,00 poin (1,22 persen) ke 27.272,39, indeks Bursa Nikkei turun 30,09 poin (0,15 persen) ke 19.907,63, dan Straits Times menguat 6,84 poin (0,19 persen) ke posisi 3.466,88. (Antara)
IHSG melemah 9,56 poin atau 0,17 persen menjadi 5.491,34. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) turun 2,67 poin (0,28 persen) ke level 953,21.
"Setelah sempat bergerak menguat pada awal sesi perdagangan tadi pagi, dalam perjalanannya IHSG BEI bergerak berbalik arah ke area negatif hingga sesi penutupan," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo di Jakarta.
Ia menambahkan pelaku pasar asing yang masih berada dalam posisi lepas saham menambah sentimen negatif bagi IHSG. Pada perdagangan efek di BEI, tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp74,884 miliar pada Jumat.
Ia mengemukakan sebagian investor sedang menanti data-data ekonomi yang sedianya akan dirilis pada pekan depan yakni tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dan neraca perdagangan Indonesia.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan secara umum IHSG masih berada dalam jalur tren penguatan, koreksi yang terjadi saat ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian.
"Kondisi IHSG masih berpotensi untuk kembali naik dan mencetak rekor baru lagi, apalagi perekonomian domestik masih cukup kondusif," katanya,
Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 200.571 kali dengan volume mencapai 4,53 miliar lembar saham senilai Rp4,11 triliun. Efek yang mengalami kenaikan 119 saham, yang melemah 168 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 117 saham.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 328,00 poin (1,22 persen) ke 27.272,39, indeks Bursa Nikkei turun 30,09 poin (0,15 persen) ke 19.907,63, dan Straits Times menguat 6,84 poin (0,19 persen) ke posisi 3.466,88. (Antara)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Saham-saham Bluechip Saatnya Tampil?
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
-
Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar
-
Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak
-
Ekonom Ingatkan Dampak Dari Putusan Pindar KPPU, Investor Bisa Was-was
-
OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar
-
Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif
-
Properti Barat Jakarta Makin Seksi, Akses Tol Baru Jadi Game Changer!
-
Bahlil Teken MoU dengan Korea Selatan, Kerja Sama Energi Bersih, CCS, dan Mineral Kritis Diperkuat
-
Strategi Baru BUMN di Tangan Dony Oskaria: Tak Lagi Sekadar Kejar Untung
-
Ribuan SPPG Disanksi dan Ditutup Sementara, Pemerintah Perketat Tata Kelola Program MBG