Rupiah (Antara)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar uang spot antarbank Jakarta, Selasa (14/4/2015) sore, menguat didorong keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan serta sentimen positif dari pasar regional.
Rupiah ditransaksikan pada 12.920 per dolar AS, menguat 41 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya 12.961 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan bahwa setelah berfluktuasi hampir sepanjang perdagangan, rupiah akhirnya menguat pada sesi sore.
Usai Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia Selasa sore mengumumkan keputusannya mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) tetap pada 7,5 persen.
Rully Nova menilai bahwa dipertahankannya BI rate menunjukkan target pemerintah menjaga inflasi 4 plus minus 1 persen pada 2015 dan 2016 diproyeksikan tercapai sehingga ruang penurunan BI rate ke depannya cukup terbuka.
Selain itu, lanjut dia, data neraca perdagangan yang sedianya juga akan dirilis pada pekan ini, diproyeksikan kembali mencatatkan surplus, situasi itu akan menambah sentimen positif bagi rupiah.
Selain karena respons positif pasar terhadap kebijakan BI, penguatan rupiah hari ini juga dipengaruhi sentimen positif dari menguatnya sebagian mata uang Asia terhadap dolar AS.
"Sebagian mata uang di kawasan Asia cenderung berbalik arah atau menguat terhadap dolar AS termasuk rupiah, nampaknya sentimen negatif data perdagangan Tiongkok bulan Maret yang menurun mulai mereda," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, Amerika Serikat yang mencatatkan defisit pada neraca anggarannya menambah sentimen negatif bagi dolar AS sehingga rupiah mendapatkan ruang penguatan.
Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia rupiah berada pada 12.979, melemah dibanding sebelumnya 12.945 per dolar AS. (Antara)
Rupiah ditransaksikan pada 12.920 per dolar AS, menguat 41 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya 12.961 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan bahwa setelah berfluktuasi hampir sepanjang perdagangan, rupiah akhirnya menguat pada sesi sore.
Usai Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia Selasa sore mengumumkan keputusannya mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) tetap pada 7,5 persen.
Rully Nova menilai bahwa dipertahankannya BI rate menunjukkan target pemerintah menjaga inflasi 4 plus minus 1 persen pada 2015 dan 2016 diproyeksikan tercapai sehingga ruang penurunan BI rate ke depannya cukup terbuka.
Selain itu, lanjut dia, data neraca perdagangan yang sedianya juga akan dirilis pada pekan ini, diproyeksikan kembali mencatatkan surplus, situasi itu akan menambah sentimen positif bagi rupiah.
Selain karena respons positif pasar terhadap kebijakan BI, penguatan rupiah hari ini juga dipengaruhi sentimen positif dari menguatnya sebagian mata uang Asia terhadap dolar AS.
"Sebagian mata uang di kawasan Asia cenderung berbalik arah atau menguat terhadap dolar AS termasuk rupiah, nampaknya sentimen negatif data perdagangan Tiongkok bulan Maret yang menurun mulai mereda," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, Amerika Serikat yang mencatatkan defisit pada neraca anggarannya menambah sentimen negatif bagi dolar AS sehingga rupiah mendapatkan ruang penguatan.
Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia rupiah berada pada 12.979, melemah dibanding sebelumnya 12.945 per dolar AS. (Antara)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Saham-saham Bluechip Saatnya Tampil?
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
-
Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar
-
Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak
-
Ekonom Ingatkan Dampak Dari Putusan Pindar KPPU, Investor Bisa Was-was
-
OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar
-
Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif
-
Properti Barat Jakarta Makin Seksi, Akses Tol Baru Jadi Game Changer!
-
Bahlil Teken MoU dengan Korea Selatan, Kerja Sama Energi Bersih, CCS, dan Mineral Kritis Diperkuat
-
Strategi Baru BUMN di Tangan Dony Oskaria: Tak Lagi Sekadar Kejar Untung
-
Ribuan SPPG Disanksi dan Ditutup Sementara, Pemerintah Perketat Tata Kelola Program MBG