Suara.com - Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan kepada pemerintah untuk mengutamakan investor yang mau menanamkan modal di investasi hijau. Hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2016-2019.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Presiden Joko Widodo berkomitmen mewujudkan sebuah bentuk pembangunan ekonomi yang menghasilkan lapangan kerja, investasi, dan menumbuhkan kekayaan pribadi dengan cara yang adil sambil mempertahankan kelestarian lingkungan.
Pemerintah menargetkan penanaman modal sekitar 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.293 triliun untuk investasi hijau dalam lima tahun berikutnya tertanam di setiap sektor bisnis.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengungkapkan bahwa banyak negara telah menerapkan konsep environmentally- ramah investasi hijau dan menyajikannya dengan cara yang mereka mau.
Indonesia berada di bawah kategori negara dengan potensi untuk menerapkan konsep tersebut dengan bantuan teknologi sama environmentally ramah.
"Indonesia punya potensi yang besar untuk mewujudkan investasi yang ramah lingkungan dan pesan Pak Jokowi juga sudah jelas bahwa boleh berinvestasi, tapi jangan kesampingkan kelestarian lingkungan. Makanya ini kita dorong terus agar bisa berjalan dan target tercapai," katanya di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (27/4/2015).
Franky mengemukakan pemerintah menargetkan investasi hijau tumbuh rata-rata 20 persen per tahun.
“Saat ini investasi dan perkembangan industri yang ramah lingkungan sudah menjadi tren global. Untuk itu, Indonesia akan mengambil peluang ini untuk menarik investasi hijau saat menjadi tuan rumah Tropical Landscape Summit dengan memaparkan portofilo potensi investasi hijau di Tanah Air,” katanya.
Selama lima tahun terakhir (2010-2014), total realisasi investasi hijau mencapai 30,3 persen dari total nilai investasi atau sebesar Rp486 triliun dibanding total nilai investasi Rp1.600 triliun. Dari realisasi tersebut, sebanyak 26,8 miliar dolar AS merupakan penanaman modal asing dan Rp139,1 triliun merupakan penanaman modal dalam negeri.
Dengan target sedemikian, diperkirakan pada 2019 investasi hijau PMA mencapai 56 miliar dolar AS dan PMDN sebesar Rp448 triliun.
"Acara ini sangat strategis bagi Indonesia untuk menjadi 'role model' bagi pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Karena untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hijau atau yang ramah lingkungan membutuhkan biaya yang cukup besar, dan acara ini diharapkan menjadi peluang untuk menarik investor," katanya.
Ia mengatakan ada delapan sektor potensial untuk investasi hijau antara lain pertanian, kehutanan, perikanan, pengusahaan tenaga panas bumi, industri pengolahan (biomassa, biofuel, komponen transportasi), pengadaan listrik dari sumber terbarukan, pengelolaan sampah dan daur ulang, dan pariwisata alam (ecotourism).
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen