Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (11/5/2015) pagi bergerak menguat sebesar 24 poin menjadi Rp13.097 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.121 per Dolar AS.
"Mata uang rupiah bergerak menguat dengan kecenderungan terbatas bersamaan dengan mata uang lainnya di kawasan Asia," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin.
Menurut Rangga, terbatasnya penguatan rupiah seiring dengan angka pengangguran di Amerika Serikat yang mengalami penurunan serta naiknya tenaga kerja non-pertanian, data AS itu dapat menimbulkan kembali rencana The Fed untuk menaikkan suku bunganya (Fed fund rate) dalam waktu dekat.
Di sisi lain, lanjut dia, angka cadangan devisa yang diumumkan pada pekan lalu yang mencatatkan penurunan juga diperkirakan dapat menahan laju mata uang rupiah bergerak lebih tinggi.
Dalam data Bank Indonesia, cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2015 tercatat menurun menjadi 110,9 miliar dolar AS, dibandingkan akhir bulan sebelumnya yang sebesar 111,6 miliar dolar AS.
Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan optimisme pelaku pasar uang masih kuat terhadap perekonomian Indonesia menyusul harapan positif terhadap pemerintah yang akan menggencarkan pembangunan infrastruktur pada kuartal II tahun ini.
"Ekspektasi positif itu memberi sentimen bagi mata uang rupiah meski masih cenderung terbatas, diharapkan segera terealisasi karena investor butuh kepastian," kata Rully. (Antara)
Berita Terkait
-
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Rupiah dan Saham Melemah Imbas Gubernur BI Mundur, Ini Langkah Prioritas Pejabat Sementara
-
Ditinggal Penjaga Gawang Perry Warjiyo, Rupiah Loyo ke Level Rp18.009
-
Rupiah Melemah Dekati Rp18.000, Pengunduran Diri Perry Warjiyo Jadi Sentimen Pasar
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123