Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (18/5/2015) pagi bergerak menguat sebesar 54 poin menjadi Rp13.114 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.060 per dolar AS.
"Mata uang rupiah melemah menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada pekan ini. Pelaku pasar menanti kebijakan BI mengenai tingkat suku bunga acuan (BI rate)," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta.
Selain itu, pelaku pasar uang juga sedang menanti data statistik utang luar negeri. Diharapkan kebijakan BI serta data yang akan dirilis sesuai dengan harapan pasar sehingga terbuka potensi rupiah untuk bergerak positif.
Menurut dia, potensi rupiah untuk kembali bergerak menguat cukup terbuka menyusul neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus senilai 454,4 juta dolar AS pada periode April. Kondisi itu memberi harapan menyempitnya defisit neraca transaksi berjalan.
Di sisi lain, belum stabilnya rilis data-data ekonomi Amerika Serikat memberikan spekulasi bahwa kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate) belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa surplusnya neraca perdagangan Indonesia sedikit menutupi pesimisme pelaku pasar uang terhadap perlambatan ekonomi domestik.
"Rupiah secara umum masih akan bergerak stabil meski dibayangi tekanan menyusul kebijakan untuk mendongkrak performa pertumbuhan ekonomi sejauh ini belum terlalu meyakinkan," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap
-
Purbaya Mau ke China & Inggris Minggu Depan demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
-
Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?