Suara.com - Kementerian Perdagangan mengizinkan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengimpor sekitar 1.000 ton daging sapi dari Australia. Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga daging sapi selama bulan Ramadan dan lebaran.
Selain itu, izin itu diberikan menyusul kebijakan Kementerian Perdagangan yang membuka izin 29 ribu ekor sapi potong kepada para importir.
Izin tersebut sudah dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan sejak pekan lalu kepada Bulog untuk mengimpor daging potong sekunder sebanyak 1.000 ton.
Nantinya Bulog diharapkan dapat langsung melakukan operasi pasar dengan menjualnya, berikut jeroan di pasaran. Izin ini tidak diberikan kepada para importir umum untuk menjaga pasokan sapi lokal dan harga di pasar.
"Diperbolehkan BUMN itu (Bulog) mengimpor dalam kondisi-kondisi tertentu, salah satunya puasa dan Lebaran, dan nanti Natalan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015).
Partogi menjelaskan, keputusan pemerintah untuk melakukan impor daging potong kepada Bulog tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 41 Tahun 2015 yang menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperbolehkan mengimpor dalam kondisi tertentu, seperti puasa, lebaran, natal.
"Ini bentuknya penugasan karena kita harus pikirkan peternak juga, sedangkan importir umum orientasinya dagang. Kita berikan izin jika kondisinya betul-betul terpaksa sebab kita harus jaga peternak sapi, enggak boleh sembarangan," jelasnya.
Menurut Partogi, diberikannya izin impor terhadap Bulog, lantaran tidak memiliki tujuan yang komersial seperti halya importir, sehingga pemerintah tidak menetapkan harga jualnya.
"Enggak dipatok, kita serahkan ke BUMN, apalagi kalau dia bisa beli dengan harga murah. BUMN kan enggak komersial, tujuannya supaya masyarakat bisa dapatkan daging dengan harga terjangkau saat puasa dan lebaran," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang
-
124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin
-
Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini
-
Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi
-
OJK Batasi TKA di Bank 2026, Wajib Transfer Ilmu dan Kirim Pegawai Lokal ke Luar Negeri
-
Arus Balik Lebaran 2026 Membludak, KAI Cirebon Berangkatkan 12.068 Penumpang Sehari
-
Jasa Marga Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di GT Cileunyi, Ini Strateginya
-
Ini Alasan Garuda Indonesia Terus Alami Kerugian
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap