Suara.com - Dalam 15 hari mendatang, Kementerian Perdagangan akan menyelenggarakan pasar murah untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.
"Di gelarnya pasar murah pada saat puasa ini untuk memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga bisa sama-sama merayakan hari raya," kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Rachmat mengaku heran dengan kondisi harga kebutuhan bahan pokok yang selalu naik menjelang ada hari raya umat beragama. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan di luar negeri.
"Di luar negeri setiap perayaan hari raya harganya justru cenderung turun. Untuk itu, dengan adanya pasar murah kita berusaha supaya harga ini bisa terjangkau," ujarnya.
Kendati demikian, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Ya pasti pemerintah akan terus berusaha melakukan upaya agar harga ini tidak terus melambung dan semakin mencekik rakyat. Kan kita juga melakukan operasi pasar secara rutin terus yang kedua ya ini pasar murah. Jadi masyarakat bisa datang ke kantor kami kalau mau membeli bahan-bahan pokok selama puasa dan lebaran nanti,” katanya.
Pasar murah yang digelar di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, akan berlangsung mulai berlangsung mulai 25 Juni sampai dengan 10 Juli.
Pasar murah diikuti 54 pelaku usaha, 16 pelaku usaha pangan, 16 pelaku usaha pangan olahan serta Aprindo. Selain itu, Kemendag juga berencana membagikan kupon paket sembako murah untuk warga di 12 kelurahan sekitar Kemendag, seperti Gambir, Cikini, Kwitang, Kebon Sirih, Kebon Kelapa, Petojo Utara, Cideng, dan Senen.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Beri Polda Metro Anggaran untuk Amankan Lebaran
-
Agar Harga Tak Mahal Selama Puasa, Pemerintah Lepas Operasi Pasar
-
Hati-hati Belanja Bulan Puasa, Kepala Ayam Busuk Beredar di Solo
-
Komisi V: Jangan Cuma Mudik, Arus Balik Juga Harus Diawasi
-
Ingin Tukar Uang di Yogya untuk Lebaran, Di Sini Tempatnya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok