Suara.com - Produksi ikan patin hasil budi daya petambak di Sumatera Selatan (Sumsel) tercatat paling banyak dibandingkan dengan provinsi lain di Tanah Air atau tertinggi secara nasional.
"Berdasarkan data yang dihimpun dari sentra produksi perikanan, produksi ikan patin di Sumsel terbesar di Indonesia yakni mencapai 150 ribu ton per tahun," kata Kepala Bidang Humas Pembinaan dan Informasi Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Selatan Gamalda Israk di Palembang, Rabu (29/7/2015).
Dia menjelaskan, tingginya produksi ikan tersebut karena didukung oleh sumber daya alam yang cukup besar untuk perairan umum.
Provinsi Sumsel ini memiliki luas perairan terbesar kedua di Indonesia setelah Kalimantan, potensi tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal dengan mendukung masyarakat menekuni usaha di bidang perikanan lebih serius dan profesional.
Menurut Gamalda, pihaknya berupaya terus mendukung pengelola tambak, pengusaha di bidang perikanan, dan nelayan yang ada di wilayah provinsi ini untuk memanfaatkan potensi daerah yang belum digarap secara maksimal dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel berupaya mendorong berbagai pihak untuk mengembangkan sektor budidaya dan hilirisasi, serta melakukan pembinaan dan pemberian benih secara gratis kepada masyarakat," ujarnya.
Melalui upaya tersebut diharapkan produksi ikan provinsi ini yang tergolong cukup besar terus meningkat dengan jenis yang lebih beragam.
Keberhasilan mencapai produksi ikan patin tertinggi secara nasional yang diraih sekarang ini, kata Gamalda, diharapkan dapat dipertahankan dan berkembang dengan produksi ikan jenis lainnya seperti ikan lele, dan gurame yang kini juga banyak dibudidayakan di provinsi ini. (Antara)
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab