Bisnis / Makro
Sabtu, 08 Agustus 2015 | 18:44 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke- 22 di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (1/8/2015). [Setpres/Cahyo]

Suara.com - Ketua DPP PAN Teguh Juwarno mengatakan sudah saat Presiden Joko Widodo melakukan perombakan Kabinet Kerja, terutama di pos-pos menteri perokonomian.

Ia beralasan, hal itu lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7 persen pada sementer I 2015. Sehingga menjadi acuan kinerja menteri di sektor perekonomian belum maksimal.

"Coba lihat zaman SBY dulu kurs Rp12 ribu langsung kalang kabut. Kalau sekarang Rp13.500 masih adem. Sikap presiden yang humble dan memberi pemakluman lebih untuk politik. Jangan sampai rakyat terus bergejolak karena pertumbuhan yang lemah dan nilai tukar rupiah yang terus merosot. Makanya reshuffle itu lebih cepat lebih baik," kata Teguh dalam diskusi Perombakan Kabinet Sudah Net, Sabtu (8/8/2015).

Ia mencontohkan, seharusnya Kementerian BUMN memiliki peranan lebih dalam mendongkrak perkonomian Indonesia dengan menarik banyak investor. Saat ini BUMN memegang aset negara Rp5 tiliun.

Dana tersebut dapat digunakan untuk menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui perusahaan-perusahaan BUMN. Tapi, lanjut dia, kondisinya justru BUMN meminta modal investasi.

"BUMN punya aset dua kali lipat dari APBN kita harusnya itu bisa digunakan untuk meyakinkan investor menanamkan modalnya di Indonesia. Tapi sekarang, bukannya duit datang malah minta penambahan penanaman modal," ungkapnya.

Ia mencontohkan PT Pertamina. Kontrak karya yang dimiliki Pertamina lebih besar dibandikan Petronas. Teguh pertanyakan kenapa Pertamina selalu rugi? Hal inilah yang menjadi sorotan bahwa perombakan kabinet itu perlu dipercepat.

"Pertamina asetnya lebih besar dari Petronas, tapi rugi terus siapa yang salah. Contoh Freeport, kenapa dia bisa terkenal di dunia, ya karena pemerintahnya (Amerika Serikat) gencar menarik investor, mau modal dan lain-lain. Makanya dapat membantu perekonomian di Amerika sana," kata dia.

Load More