Suara.com - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Rabu (26/8/2015) pagi turun 11 poin dari posisi terakhir kemarin menjadi Rp14.065 per dolar AS.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan nilai tukar rupiah kembali bergerak ke area negatif karena belum ada tanda-tanda yang menunjukkan perbaikan makroekonomi Indonesia.
"Belum adanya penyeimbang sentimen negatif terutama dari global dan kondisi makroekonomi domestik yang menunjukkan masih minim upaya perbaikan, kembali menekan laju rupiah," katanya.
Ia menambahkan perang mata uang menambah sentimen negatif terhadap rupiah. Rupiah menjadi sulit menguat karena mata uang lainnya sengaja dibuat melemah oleh otoritas masing-masing negara.
"Dengan situasi yang seperti itu maka sulit mencari momentum untuk melakukan perbaikan untuk nilai tukar rupiah," katanya.
Analis dari PT. Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengharapkan upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah, antara lain dengan membeli Surat Berharga Negara di pasar sekunder, cukup membantu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak tertekan lebih dalam.
"Kebijakan Bank Indonesia itu akan menjaga volatilitas mata uang rupiah di kisaran terbatas," katanya.
Menurut dia, meski bersifat jangka pendek namun kebijakan Bank Indonesia dapat membantu mengurangi kekhawatiran pasar dan pelaku usaha di dalam negeri di tengah penguatan dolar AS yang sudah mengglobal. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara
-
Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!
-
Harga Emas Lebaran Hari Ini Stabil di Pegadaian: UBS dan Galeri 24 Rp2,9 Jutaan
-
Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing
-
Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS
-
Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia
-
OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Hak Peserta?
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026