Suara.com - Wilayah Bekasi yang diapit daerah Ibu Kota di sebelah barat dan kawasan industri di sebelah timur, merupakan areal strategis sebagai lokasi investasi properti.
"Bekasi itu posisinya menyangga dua wilayah, yakni Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan kawasan industri Cikarang yang ada di Kabupaten Bekasi, sehingga menjadikannya lokasi strategis," ujar Direktur Utama PT Triputri Natatama, perusahaan pengembang properti Binakarya Group, Leonardi Setiawan, di Bekasi, Sabtu (5/9/2015).
Selain lokasinya strategis, daya tarik investasi kota terbesar nomor empat di Indonesia ini terletak pada harga tanahnya, yang mana nilainya terus meninggi dalam beberapa tahun terakhir.
"Tahun lalu rata-rata harga tanah di Bekasi hanya sebesar Rp9 juta per meter, dan pada tahun ini harganya ada yang mencapai Rp13 juta per meter," paparnya.
Ia menambahkan jarak tempuh menuju Jakarta yang dapat dijangkau dalam waktu 30 menit juga menjadi salah satu keunggulan Kota Patriot tersebut.
Leonardi, yang ditemui dalam pengecoran lantai atas Lagoon Apartement Tower itu, menuturkan sejumlah pengembang properti juga mulai melirik wilayah Bekasi karena pembangunan infrastrukturnya terus dikembangkan pemerintah daerah.
Menurut dia, pengembangan Lagoon Apartement oleh Binakarya Group pada lahan seluas sepuluh hektar itu menjadi salah satu contoh properti yang mendapatkan keuntungan dari perkembangan infrastruktur yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bekasi.
"Setiap tahun penjualan apartemen di Bekasi ini terus meningkat, rata-rata dapat mencapai 30 persen," katanya.
Ia menjelaskan perbaikan jalan dan pengaturan akses yang baik menuju dua tol, yaitu Tol Bekasi Barat dan Tol Bekasi Timur, membuat 1345 unit hunian di kawasan Bekasi Timur itu terjual hingga 90 persen dalam kurun waktu beberapa bulan.
Bahkan, sejumlah pusat perbelanjaan yang didirikan di jantung kota, membuat properti kawasan yang terletak di sebelah Timur Jakarta ini mulai dibidik oleh warga asing.
"Sekitar 10 persen permintaan hunian di Lagoon Apartemen ini berasal dari warga asing, terutama yang berkebangsaan Korea Selatan," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menilai, daya tarik yang dimiliki Bekasi di sektor propertinya dapat terus menjadi unggulan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa