Bisnis / Makro
Rabu, 09 September 2015 | 15:31 WIB
Komisi VI DPR RI gelar Rapat Kerja dengan Menteri BUMN Rini Soemarno di kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (30/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap akan dilanjutkan, meski tanpa bantuan APBN. Pembentukan konsorsium BUMN untuk proyek tersebut saat ini sudah sampai tahap finalisasi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno memperkirakan proyek kereta cepat akan melewati lima stasiun.

"Lewat Gambir, Manggarai, Malini, Bandung Kopo, dan Gede Bage," kata Rini saat ditemui usai groundbreaking light rail transit, Jakarta Timur, Rabu (9/9/2015).

Rini memastikan PT. Wijaya Karya akan menjadi pemimpin konsorsium BUMN dalam mega proyek kereta cepat.

"Kita sedang melakukan negosiasi final untuk membuat konsorsium pembangunan KA cepat Jakarta-Bandung. Sampai sekarang dari sisi investasi untuk kereta kecepatan 250 kilometer per jam atau 350 kilometer per jam sama saja. Bedanya hanya dari persinyalan dan rangkaian kereta. Kami harapkan ini bisa bulan ini selesai biar pembangunan bisa cepat berjalan," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menolak proposal proyek kereta cepat yang diajukan Jepang dan Cina. Presiden Joko Widodo kemudian menyerahkan kelanjutan proyek melalui skema business to business ke Menteri Rini. Presiden menyarankan agar kecepatan kereta diubah dari cepat menjadi sedang.

Tapi, Menteri Rini tetap menyatakan bahwa yang dikerjakan BUMN nanti tetap kereta cepat.

Load More