Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Komisi VII DPR menyepakati asumsi makro harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 sebesar 50 dolar AS per barel.
"Jadi ICP 2016 kita tetapkan harga minyak Indonesia itu sebesar 50 dolar AS per barel," kata Ketua Komisi VII Kardaya Warnika saat menggelar rapat kerja dengan Kementerian ESDM, Kamis (17/9/2015).
Menteri ESDM Sudirman Said setuju dengan keputusan DPR. Pasalnya, berdasarkan hasil kajian dan meminta prediksi kepada para pakar ICP diperkirakan 50-60 dolar AS per barel.
"Prof. Maizar Ragman, tenaga tim ahli kita memprediksikan 50-60 dolar AS per barel. Pri Agung Rakhmanto, prediksikan 40-50 dolar AS per barel. Lalu dari Direktur Eksekutif Reforminer Institute memprediksikan 40-50 dolar AS per barel," katanya.
Berdasarkan prediksi tersebut, Sudirman setuju jika harga minyak sebesar 50 dolar AS per barel.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja