Suara.com - Bank Indonesia optimistis asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2016 yang telah disepakati dengan Komisi XI DPR RI sebesar Rp13.900 per dolar AS dapat tercapai.
Gubernur BI Agus Martowardojo meyakini asumsi nilai tukar tersebut dapat terealisasi karena fundamental ekonomi Indonesia terus menunjukkan tren membaik kendati ekonomi domestik tengah melambat.
"Kalau kita memproyeksi akhir 2015 kemudian per kuartal sampai dengan akhir 2016 pertumbuhan ekonomi berapa, inflasinya berapa, capital account (neraca modal) seperti apa, dan transaksi berjalan seperti apa, itu kemudian bisa kita lihat nilai tukarnya," ujar Agus usai raker dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (22/9/2015) malam.
"Jadi yang ingin kami sampaikan bahwa memang kalau di Rp13.700-Rp13.900 itu adalah kisaran yang kita lihat sepanjang 2016 akan bisa dicapai," tambah dia.
Bank Indonesia sendiri sebelumnya memproyeksikan nilai tukar rupiah pada 2016 akan berada di kisaran Rp13.400-Rp13.700 per dolar AS, lalu diperlebar menjadi Rp13.400-Rp13.900 per dolar AS, kemudian direvisi kembali menjadi Rp13.700-Rp13.900 per dolar AS.
Namun, lanjut Agus, sejumlah faktor tentunya dapat mempengaruhi volatilitas nilai tukar rupiah seperti realisasi penyaluran anggaran, pelaksanaan reformasi struktural, dan juga dari sisi eksternal bagaimana perbaikan ekonomi dunia pada 2016 mendatang.
"Kita juga jelaskan bahwa pada kuartal IV 2015 dan kuartal I 2016 itu kondisinya (rupiah) masih cukup tertekan, tetapi kalau nanti di semester II BoP (balance of payment/neraca pembayaran) surplus itu bisa tercapai," kata Agus.
Agus menambahkan, asumsi nilai tukar rupiah tersebut tentunya juga telah mempertimbangkan rencana kenaikan suku bungan oleh Bank Sentral AS, The Fed.
"Kita tahu bahwa The Fed dalam pengumumannya jika ia menaikkan maka akan regular naik (suku bunganya), tapi kan pernyataan terakhir dan juga inflasi AS yang kelihatannya mungkin mundur sampai dua tahun, tentu dinamika itu ada," ujar Agus.
Dari 1 Januari 2015 hingga 22 September 2015, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp13.797 per dolar AS. Bank Indonesia memperkirakan pada triwulan III 2015 akan mencapai Rp13.800 per dolar AS dan diperkirakan akan berada di Rp14.000 per dolar AS pada triwulan IV 2015.
Berdasarkan kurs JISDOR BI, nilai tukar rupiah pada Selasa (22/9/2015) mencapai tingkat Rp14.486 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp14.451 per dolar AS. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar