Suara.com - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/ Kepala Bappenas) Sofyan Djalil mengatakan Indonesia mepunyai terlalu banyaknya regulasi. Ini membuat kondisi pengusaha dan masyarakat menjadi susah dan terbelenggu.
Banyaknya regulasi itu membuat biaya ekonomi menjadi mahal. Akhirnya berimbas kepada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Indonesia di rantai regulasi yang menyebabkan cost mahal dan inisiatif rakyat tersendat. Seperti asosiasi ekspor, upaya untuk ekspor habis waktunya untuk melawan regulasi dan melawan birokrasi dari pada peningkatan ekspor. Akhirnya, semakin banyak pengeluaran dari pengusaha akan mempengaruhi harga ke masyarakat. Akibatnya masyarakat jadi tercekik," ujar Sofyan, dalam peluncuran buku Strategi Nasional Reformasi Regulasi, di Kantor Pusat Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Hal tersebut dapat terlihat pada periode 2000-2015. Saat itu pemerintah telah menertibkan 12.471 regulasi. Dari total tersebut, paling banyak regulasi yang diterbitkan dalam bentuk peraturan setingkat menteri sebanyak 8.331 regulasi. Selanjutnya peraturan pemerintah sebanyak 1.386 regulasi.
Seentara asih di periode yang sama periode yang sama, terdapat 3.177 Peraturan Daerah (Perda) tingkat provinsi dan 25.575 Perda di tingkat Kabupaten/Kota.
"Untuk itu regulasi dan birokrasi harus diubah, make it simple. Kalau make it simple, maka cost bagi masyarakat berkurang, kreativitas tersalurkan, potensi bangsa bisa diwartakan," katanya.
Pihaknya menginginkan agar kedepannya regulasi dan birokrasi dapat segera disederhanakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi.
"Upaya ini diharapkan menjadi jalan keluar dari salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam mencapai sasaran pembangunan. Dengan begitu, maka tujuan bernegara dapat tercapai. Nanti akan ada tim, tim ini akan meminta semua menteri untuk menilai sendiri (self assesment) mana yang harus dihilangkan. Kalau ada kaitan antara kementerian satu dan lain, baru dirembuk bareng-bareng," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123