Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (13/10/2015) sore ditutup melemah sebesar 214 poin ke posisi Rp13.621 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.407 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi cukup signifikan karena pengaruh eksternal, sentimen dari dalam negeri yang terbilang cukup positif belum mampu menahan sentimen negatif dari luar," ujar pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta.
Ia mengemukakan bahwa proyeksi data penggajian non pertanian (non farm payrolls/NFP) Amerika Serikat yang menguat, ditambah data ekonomi Cina seperti data perdagangannya yang kembali mengalami penurunan menjadi faktor negatif nilai tukar domestik.
"Kondisi itu yang mendorong dolar AS berbalik menguat cukup signifikan terhadap Rupiah," ujarnya.
Ia menambahkan, faktor teknikal juga menambah pengaruh bagi mata uang dolar AS kembali mengalami penguatan. Pelemahan secara teknikal dinilai wajar mengingat nilai tukar rupiah telah menguat cukup tinggi pada pekan lalu.
Kendati demikian, menurut Rully Nova, potensi mata uang rupiah untuk kembali menguat masih terbuka menyusul paket-paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah dinilai cukup mampu mendorong perekonomian Indonesia ke depan.
"Saat ini investor memang masih 'wait and see' terhadap realisasi dari paket kebijakan ekonomi," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa investor juga sedang menanti arah kebijakan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan (BI rate) di tengah perlambatan ekonomi domestik serta antisipasi penaikan suku bunga Amerika Serikat (Fed fund rate).
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (13/10/2015) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.557 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp14.466 per dolar AS. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
IHSG Masih Merosot pada Pembukaan Senin ke Level 6.959
-
Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram
-
Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini
-
Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya
-
PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2
-
Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur
-
Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok
-
Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI
-
Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya