Suara.com - Mantan Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Kepresidenan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan reshuffle kabinet jilid kedua perlu dilakukan Presiden Joko Widodo. Kementerian di sektor ekonomi, menurut Yudhi, perlu dirombak lagi.
"Saya pikir beberapa menteri ekonomi harus diganti. Ada yang membuat harga nggak bisa turun, dan masih membuat liabilitas di mata investor nggak kuat karan pernyataan berubah-ubah terus," kata Yudhi usai diskusi Senator Kita dengan topik Mengapa Perlu Reshuffle Lagi?" di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).
Yudhi mengatakan reshuffle kabinet jilid kedua bukan berarti kegagalan Presiden Jokowi dalam memilih menteri. Reshuffle merupakan hak prerogatif Kepala Negara untuk memperkuat pemerintahan.
"Nanti kalau ada reshuffle (bentuk) kegagalan Presiden saya kira tidak. Menurut saya masih ada menteri yang mau memperlambat pertumbuhan ekonomi, ya memperlambat dari segi anggaran diperlambat dan kerjanya santai-santai," kata Yudhi.
Ketika ditanya siapa menteri ekonomi yang paling mungkin diganti, Yudhi tidak mau menyebutnya.
"Yang jelas Presiden bisa melihat menteri mana yang bisa menjalankan tugasnya dengan baik atau tidak," kata Yudhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
-
Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta
-
Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?
-
Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar
-
Bidik World Athletics Label, PB PASI Puji PLN Electric Run 2026
-
Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib
-
Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa
-
Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!