Suara.com - Dukungan penuh terhadap program konversi dan diversifikasi energi terus dilakukan PT Pertagas. Berbekal pengalaman di bisnis gas, melalui anak perusahaannya yakni Pertagas Niaga, Pertagas secara agresif menyasar konsumen di industri tambang. "Kami menjual LNG untuk mengganti bahan bakar minyak bagi kendaraan operasional perusahaan tambang," ujar Eko Agus Sardjono, Direktur Teknik dan Komersial PT Pertagas Niaga dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (29/10/2015).
Kini, terobosan dalam melakukan penjualan Liquified Natural Gas (LNG) langsung ini dilakukan Pertagas Niaga guna memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi kendaraan-kendaraan alat berat milik PT Cipta Kridatama di Sanga Sanga, Kalimantan Timur. “Pengisian pertama LNG-nya dilakukan Agustus lalu dengan total volume 1 isotank atau setara 400 MMBTU,” lanjut Eko. LNG tersebut digunakan Cipta Kridatama untuk mengisi 1 unit Caterpilar 777.
Pola penjualan LNG langsung (LNG to LNG) secara ritel ini sebetulnya telah dimulai oleh salah satu anak perusahaan Pertagas ini sejak 2 tahun lalu. "Perusahaan tambang menjadi konsumen pertama yang dibidik untuk bisnis ini," jelas Eko. Saat itu, masih menurut Eko, Pertagas Niaga memulainya dengan Indominco tahun 2013 dan Berau Coal di 2014. "Dengan total penjualan LNG sebesar 2.050 MMBTU," ujarnya.
Melalui konversi BBM ke LNG untuk kendaraan berat tambang ini diharapkan mampu mengurangi kebutuhan dan pemakaian solar dalam negeri yang berdampak positif terhadap meningkatnya perekonomian Indonesia. "Potential saving program ini untuk di wilayah Kalimantan saja dapat mencapai hingga USD 770 juta setiap tahunnya," ujar Eko di sela-sela kunjungan ke LNG Filling Station Plant 26, Bontang.
LNG Filling Station Plant 26 merupakan fasilitas pengisian LNG milik PT Pertagas yang berada di lingkungan Plant LNG PT Badak NGL, Bontang. Alokasi LNG-nya sebesar 0,02 standard cargo didapat dari Kontraktor Kontrak KerjaSama (KKKS) Mahakam yakni Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation. Di Plant tersebut LNG dimasukkan dalam truk isotank yang kemudian mengangkut LNG untuk disalurkan ke konsumen. "Kapasitas pengisiannya 1 isotank perhari dan bisa ditingkatkan menjadi 6 isotank perhari," ujar Eko.
Dukungan Pertagas Niaga kepada industri tambang dalam menyediakan LNG bagi kendaraan operasional diakui Yhenda Permana, direktur PT Badak NGL, sebagai suatu terobosan dalam bisnis LNG ritel. "Ini juga menjadi komitmen kami dari Pertamina group dalam menyukseskan program pemerintah terutama konversi energi," ujar Yhenda.
Yendha juga berharap bisnis LNG ritel ini bisa terus dikembangkan. Apalagi ia juga optimis pihaknya mampu memenuhi kebutuhan LNG yang dikenal energi bersih dan terjangkau ini untuk mendukung ekspansi bisnis Pertagas Niaga. "Dari sisi pasokan kami siap," ujarnya.
Ke depan, pengembangan Pertagas Niaga untuk bisnis LNG sebagai bahan bakar kendaraan tambang tidak akan berhenti sampai di sini. "Ekspansi selanjutnya akan dilakukan di daerah Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan. Juga pengembangan smelter di Sulawesi,” tutup Eko.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara
-
Isu Gaji Pensiunan PNS Dirapel dan Cair Cepat, PT Taspen Ungkap Info Terbaru