Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan rumah susun sederhana sewa atau rusunawa di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah siap huni awal 2016.
"Kemajuan pembangunan sudah 95 persen, tinggal 'finishing' (pekerjaan penyelesaian) Target selesai sekitar tanggal 20 Desember sehingga siap huni awal 2016,"kata Kepala Satker Penyediaan Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Ir. Erizal MT kepada peserta Press Tour Kementerian PUPR di Semarang, Rabu (11/11/2015).
Dijelaskan, rusunawa vertikal lima lantai tersebut terdiri dua tower dua tipe yakni unit pertama tipe 24 berjumlah 104 unit (kamar) dan tipe 36 sebanyak 66 unit dan berdiri di atas lahan sekitar 1 ha.
Program rusunawa merupakan bagian dari kebijakan satu juta rumah untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menempati rumah untuk sementara waktu.
"Jadi, mereka atau para buruh pabrik di sekitar kawasan industri Ungaran ini, bisa menyewa dengan biaya sewa maksimal sepertiga dari gaji pokok. Ini sesuai Permen 18/2007," kata Erizal.
Ia juga menyebut proyek tersebut termasuk satu unit rusunawa di Jerakah, Kota Semarang dengan total anggaran APBN tahun ini senilai Rp64,45 miliar dan pelaksana proyek adalah PT Brantas Abipraya (persero).
"Proyek rusunawa dengan lama pekerjaan rata-rata tujuh bulan ini direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi," katanya.
Ia menambahkan, proyek rusunawa itu merupakan bagian dari program pembangunan 99 tower rusunawa hingga akhir tahun ini di seluruh Indonesia.
"Sasarannya tentu beragam, ada untuk para buruh, kaum urban perkotaan, mahasiswa dan santri di sejumlah kawasan tertentu. Sekitar 14 provinsi terpilih di Indonesia fokusnya untuk para buruh pabrik ," katanya.
Termasuk perabot Pada bagian lain, Erizal menyebutkan, ketika dioperasikan nantinya, maka rusunawa tersebut akan diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah.
"Sejak diserahkan, sekitar enam bulan, kontraktor pelaksana proyek, masih bertanggung jawab untuk operasi dan pemeliharaan," katanya.
Ia juga menambahkan, para penyewa nantinya tinggal menempati rusunawa tersebut karena perlengkapan seperti perabot sudah tersedia.
"Penyewa tinggal bawa koper saja, baik untuk tipe 24 yang diperuntukkan bagi lajang dan tipe 36 untuk mereka yang sudah berkeluarga," katanya.
Kepala Divisi PT Brantas Abipraya (persero) Dwi Kridayani menyebut, proyek tersebut bisa dilaksanakan sesuai waktu yang direncanakan tujuh bulan, salah satunya karena sekitar 35 persen menggunakan beton pracetak.
"Untuk struktur bangunan, balok dan kolom menggunakan beton pracetak. Selain lebih cepat, kualitas betonnya bisa dikontrol dibanding beton konvensional,"demikian Dwi. (Antara)
Berita Terkait
-
Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Tunggakan Rusun DKI Disorot BPK, DPRD Minta Pemprov Tak Korbankan Warga Miskin
-
Minat Hunian Pertama Tinggi, Penyaluran FLPP Capai 77 Ribu Unit
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM