- Prabowo ubah MBG dari universal jadi prioritas untuk anak kurang gizi dan warga miskin.
- BGN bentuk Tim Optimalisasi untuk survei lapangan mulai minggu depan di Jakarta.
- BGN validasi data Kemensos dan Kemendikdasmen agar bantuan akurat dan tepat sasaran.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan mengambil langkah berani dengan menggeser arah kebijakan program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak ingin sekadar menjadi bagi-bagi makanan secara masal, Prabowo menginstruksikan agar program ini difokuskan secara spesifik kepada anak kekurangan gizi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Pergeseran ini menandai babak baru dalam efisiensi anggaran negara. Pemerintah menegaskan bahwa bantuan harus benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi menjangkau anak-anak dari keluarga yang tergolong mampu secara ekonomi.
Merespons arahan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat dengan membentuk unit khusus bernama "Tim Optimalisasi Penerima Manfaat". Tim ini diberi mandat penuh untuk memilah dan menentukan siapa saja yang paling berhak menerima manfaat MBG.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa tim tersebut akan segera diterjunkan ke lapangan mulai minggu depan. Jakarta akan menjadi titik awal penyisiran data penerima manfaat.
"Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat. Kita ingin setiap porsi makanan benar-benar diterima oleh anak yang paling membutuhkan," tegas Nanik dalam keterangannya, dikutip Senin (20/4/2026).
Menurut Nanik, pendekatan berbasis kebutuhan adalah kunci utama agar intervensi gizi nasional memberikan dampak nyata bagi penurunan angka stunting. BGN tidak bekerja sendiri; kolaborasi lintas kementerian pun diperkuat.
Nantinya, BGN akan mensinkronkan data dengan Kementerian Sosial (Kemensos) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Namun, Nanik menekankan bahwa data tersebut tidak ditelan mentah-mentah. Tim BGN akan tetap melakukan validasi langsung di lapangan untuk memastikan akurasi.
"Iya nantinya data dari kita (hasil validasi). BGN ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Pengawasan dan evaluasi akan terus diperkuat," tambah Nanik.
Baca Juga: Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
Selain fokus pada pembenahan data, implementasi MBG ini diprediksi akan menggerakkan ekonomi lokal. BGN berencana menggandeng tenaga gizi profesional serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah untuk penyediaan menu sesuai standar gizi harian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?
-
Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga