Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (23/11/2015) dibuka melemah sebesar 5,36 poin seiring dengan bursa saham di eksternal yang berada dalam area negatif.
IHSG BEI dibuka melemah 5,36 poin atau 0,12 persen menjadi 4.535,70. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 1,44 poin (0,18 persen) menjadi 779,10.
"Kurang atraktifnya indeks saham eksternal memberikan pengaruh bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini (24/11), penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu faktornya," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa (23/11/2015).
Ia menambahkan bahwa harga komoditas lainnya, seperti biji besi, seng dan nikel juga mencatatkan penurunan menyusul masih melambatnya permintaan komoditas dari Tiongkok. Diharapkan, pernyataan bank sentral Eropa yang memberi sinyal untuk penambahan stimulus dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di negara kawasan Eropa sehinga dapat menggerakkan pasar saham.
Dari dalam negeri, lanjut dia, pasar sedang menantikan rencana pemerintah yang akan kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi tahap VII. Diharapkan paket kebijakan ekonomi yang akan dikeluarkan itu kembali mendapat respon positif oleh pelaku pasar, sehingga berpeluang untuk menopang kinerja pasar saham.
"Masih minimnya insentif positif di pasar akan mendorong IHSG bergerak bervariasi, dengan volatilitas rendah," katanya.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa minimnya sentimen positif yang ada dan kondisi pasar di kawasan Asia yang mendatar cenderung melemah berimbas pada laju IHSG.
"Pada perdagangan Selasa ini, IHSG diperkirakan berada pada rentang 4.525--4.555 poin," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 87,99 poin (0,39 persen) menjadi 22.577,91, indeks Nikkei turun 15,67 poin (0,08 persen) ke level 19.864,14, dan Straits Times menguat 5,86 poin (0,16 persen) ke posisi 2.907,49. (Antara)
Berita Terkait
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topcer
-
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!
-
Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit
-
Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik
-
IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I
-
Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat
-
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
-
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
-
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali
-
Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD
-
Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat