Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, pihaknya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar 27 persen untuk membeli kapal ikan tangkap yang diperuntukkan bagi nelayan di Indonesia
Mengingat alokasi anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam APBN 2016 sebesar Rp13,8 triliun, maka anggaran untuk pembelian kapal nelayan diperkirakan sekitar Rp3,37 triliun.
Susi mengatakan, KPP akan membagikan 3.323 unit kapal ikan tangkap dengan berbagai ukuran kepada nelayan di seluruh Indonesia.
"Jadi memang anggaran 27 persen ini akan kita gunakan untuk belanja saja. Belanja untuk perbaikkan infrastruktur guna menjaga rantai pasokan ikan di Indonesia," kata Susi dalam acara Indonesia Marine and Fishiers Business Forum 2016 di KKP, Jakarta, Senin (11/1/2016).
Nantinya, lanjut Susi, kapal-kapal tersebut akan langsung diberikan kepada para nelayan. Kapal-kapal yang diberikanpun tersedia dalam berbagai ukuran. Untuk ukuran, kapal gratis ini akan disesuaikan dengan kebutuhan nelayan di setiap daerah.
"Diberikannya sesuai kebutuhan. Ini untuk investasi juga dan mengatasi permasalahan infrastruktur yang ada," tegasnya.
Berita Terkait
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Kalimat 'Endasmu' dari Prabowo Muncul Usai Singgung Wartawan di Penas
-
Slip of the Tongue 'Ndasmu' Prabowo di Penas: Gaya Autentik atau Asal?
-
Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo
-
Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih