Suara.com - Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, mengusulkan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat seluruhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau usulan saya, terserah Pemprov Jawa Barat, tetapi mulai dari sekarang pembangunannya APBN saja," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan usai meninjau lokasi Bandara Kertajati, Majalengka, Kamis (14/1/2016).
Jonan menilai, biaya yang digunakan untuk membangun bandara seluas 1.800 hektare tersebut ditambah dengan kawasan Aerotropolis dengan total 5.000 hektare tersebut tidak sedikit.
"Perputatan uangnya kalau bandara itu kembalinya pelan, sampai 'peak' itu butuh dua sampai tiga tahun lagi, kembalinya 10 tahun lagi," tuturnya.
Untuk itu, dia menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyerahkan seluruh pembangunannya ke pemerintah pusat.
Lebih lanjut, menurut Jonan, biaya yang sudah dipersiapkan sekitar Rp500 miliar bisa dipergunakan untuk kawasan komersial mengingat akan dibangun kawasan kota penerbangan Aetropolis.
"Biaya setengah triliun itu busa dikembangkan untuk pengembangan kota mandiri di sekitar bandara," ujarnya.
Dia menyebutkan total investasi Bandara Kertajati, yakni Rp2,2 triliun.
Dengan demikian, lanjut dia, tidak ada kemungkinan keterlibatas asing ataupun kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bandara Internasional Jawa Barat dengan PT Angkasa Pura II untuk pembangunan dan pengelolaan tersebut apabila diambil alih oleh pemerintah pusat.
Sehingga, dia menambahkan, nantinya status Bandara Kertajati bukan lagi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU), melainkan Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) dan Kementerian Perhubungan sebagai operatornya.
"Presiden menyuruhnya memakai APBN, tapi kita lihat dari Pemprov Jabar-nya sendiri seperti apa," ucapnya.
Selain itu, Jonan menilai, penggunaan APBN juga ditujukan agar pembangunan bandara lebih cepat, mengingat tidak ada bandara besar di wilayah Jawa Barat.
Sementara, dia menyebutkan, Jawa Barat menyumbang 20 persen penduduk di Indonesia.
Adapun, menurut dia, Bandara Husein Sastranegara, Bandung tidak memenuhi kapasitas penumpang serta Bandara Kawarang yang tidak memenuhi rencana tata ruang wilayah (RTRW).
"Bandara ini yang akan menjadi bandara induk di Provinsi Jawa Barat," tukasnya.
Jonan juga akan mengupayakan untuk memperbanyak gerbang tol terdekat bandara yang dibuka untuk mempermudah akses.
Tidak menutup kemungkinan, dia menambahkan, akan dibangun rel kereta api.
"Akan ada akses kereta, mudah-mudahan dibangun bisa," katanya.
Pembiayaan seluruhnya dengan APBN merupakan permintaan Presiden Joko Widodo agar pembangunan Bandara Kertajati bisa selesai dengan cepat.
"Tadi sudah ditawarkan ke Angkasa Pura II tidak mau, kemudian kita putuskan ambil alih okeh Menhub melalui APBN, sudah enam tahun ditambah dua tahun, jangan lama-lama," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Jawa Barat mengatakan akan dibicarkan kepada Gubernur Jawa Barat terkait usulan tersebut.
"Kami siap kalau memang ini kepentingan umum untuk membangun bandara terbesar di Timur Jawa Barat," pungkasnya.
Bandar Udara Internasional Kertajati atau juga dikenal Bandar Udara Internasional Jawa Barat adalah bandar udarayang dibangun di daerah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia seluas keseluruhannya 5000 ha dalam tahap awal akan dipergunakan hanya 646 ha.
Bandar udara ini dibangun untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, tetapi juga melayani daerah di sekitar Cirebon.
(Antara)
Berita Terkait
-
Bandara Kuwait Lumpuh Total Dihantam Rudal Iran, Penerbangan Internasional Berhenti
-
Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah
-
Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana
-
Pemberangkatan Haji 2026 Tuntas, Lebih dari 138 Ribu Jamaah Terbang ke Tanah Suci
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia