Suara.com - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) berpendapat kredit usaha rakyat (KUR) seharusnya tidak hanya memberikan atau mengucurkan dana untuk usaha mikro dan kecil, tetapi harusnya memberikan bantuan lain seperti bahan baku dan pemasaran produknya.
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno usai acara Apresiasi APPI di Jakarta, Selasa (26/1/2016), mengatakan pemerintah dan perusahaan-perusahaan pembayaran penyalur KUR harus mencari cara bagaimana usaha kecil rakyat itu bisa bertahan, bukan hanya berkembang.
"Kalau hanya memberikan dana KUR saja memang cepat prosesnya, tetapi 'kan perlu sebuah ekosistem bisnis agar usaha tersebut dapat bertahan dan mereka bisa mengembalikan dana pinjamannya," ujar Suwandi.
Dia menceritakan sedikit pengalaman APPI ketika melakukan tinajaun ke pengrajin jaket kulit di daerah Garut, Jawa Barat, yang ternyata justru bingung ketika diberikan uang segar untuk usahanya.
Alih-alih uang, pengrajin meminta penyediaan bahan baku dan pasar yang untuk menjual produk-produknya.
"Kami akhirnya membuatkan koperasi dan membantu pemasaran produk sampai ke Hong Kong," tutur Suwandi.
APPI sendiri sudah dilibatkan pemerintah dalam penyaluran dana KUR.
Menurut Suwandi, pihaknya mendapatkan satu persen dari total KUR Rp100 triliun dan berhak menyalurkan maksimal Rp25 juta per unit usaha.
Menurut Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi, masuknya perusahaan pembiayaan nonbank ikut ke dalam penyaluran KUR merupakan bentuk kepercayaan pemerintah.
"Untuk perusahaan 'multifinance' akan dimulai dari KUR retail dulu. Namun memang tidak seperti di perbankan yang targetnya besar, untuk perusahaan pembiayaan nonbank ditarget hanya Rp1,2 triliun," ujar Edy.
Dia menambahkan, keterlibatan perusahaan pembiayaan nonbank dalam penyaluran KUR merupakan hal yang baik untuk daerah-daerah yang belum terlayani oleh kantor cabang bank-bank konvensional. (Antara)
Berita Terkait
-
BRI Targetkan Rp8 Triliun Penyaluran Kredit Perumahan Tahun 2026
-
Askrindo dan BPD Kalteng Jalin Sinergi Penjaminan KUR
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178 Triliun, Mayoritas ke Sektor Produksi
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
BRI Resmi Jadi Mitra FC Barcelona, Nasabah Berkesempatan Liburan di Camp Nou
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak
-
Bahlil: Kuota Produksi Batu Bara Dipangkas Biar Harga Naik
-
Lebih dari 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture & Marine PLN hingga 2025
-
Purbaya Bocorkan Strategi Ekonomi ala Prabowo, Singgung Sumitronomics
-
Keasikan Terbang, IHSG Justru Melorot Imbas Aksi Ambil Untung
-
Wamenkeu Minta Bunga Kredit Pusat Investasi Pemerintah Maksimal 4 Persen, Tak Boleh Lebihi Bank
-
Wamenkeu Minta Penerima Kredit Ultra Mikro Surakarta Ditambah, Baru Ada 25 Ribu Orang
-
Rupiah Sendirian Terpuruk di Asia, Tumbang ke Level Rp 16.828/USD
-
Kuota Produksi Dipangkas 71 Persen, PT Weda Bay Nickel Minta Pemerintah Revisi
-
Kemenkeu Ubah Kawasan Kumuh Surakarta Jadi Rumah Layak Huni, Gelontorkan Anggaran Rp 4,48 M