Suara.com - Pemerintah pusat dan daerah didesak untuk mempercepat pembebasan lahan tol Trans Sumatera, agar peralatan berat kontraktor tidak menganggur terus karena belum tersedia lahan untuk pengerjaan tol tersebut.
Manajer Teknik PT Waskita Karya Marsesa Edward Selasa (2/2/2016), menyebutkan bahwa pihaknya tidak mengetahui kapan pembebasan lahan bakal selesai, sementara peralatan berat mereka kini menganggur karena tidak ada lahan untuk pengerjaan jalan tol tersebut.
"Pembebasan lahan ini sangat mendesak dituntaskan, sementara peralatan berat kita sudah menganggur," katanya.
Mengenai kemajuan pembangunan tol Trans Sumatera di wilayah kerja Waskita Karya, ia menyebutkan pihaknya sudah tuntas melakukan "lean concrete" sepanjang 5 km, rigid 3,5 km, pembangunan jembatan dan jembatan simpang susun sudah masuk tahap " erection girder" atau pemasangan girder beton prategang, sementara akses masuk ke simpang susun sudah "lean concrete" atau pengecoran bagian tengah badan jalan sepanjang 1,1 km.
"Pembebasan lahan ini sangat mendesak dituntaskan segera. Dari lahan sepanjang 5 km yang sudah dibebaskan, seluruhnya sudah "lean concrete atau dicor bagian tengahnya, sementara yang rigid atau pengecoran bagian sudah sepanjang 3,5 km," tambah Marsesa.
Ia menyebutkan masalah lahan itu pekan lalu kembali dibahas antara kontraktor dengan Pemprov Lampung dan BPN Lampung. Hal senada juga disebutkan Kepala Proyek Tol Trans Sumatera dari Waskita Karya, Marsudi.
"Kani sudah kehabisan lahan untuk bekerja karena belum ada lahan baru yang dibebaskan. Karenanya, alat-alat berat kami ngganggur," katanya.
Waskita Karya mendapatkan penugasan pembangunan tol sepanjang 41,5 km, namun baru 5 km di antaranya yang sudah dibebaskan.
Tol Trans Sumatera dirancang mampu dilalui kendaraan yang bertonase 80- 90 ton. Badan jalan tol yang dibangun terdiri atas rigid atau cor beton badan jalan bagian atas setebal 30 cm, lean concrete atau pengerjaan bagian tengah badan jalan setebal 10 cm, dan base atau pengerjaan bagian bawah badan jalan setebal 20 cm.
Jalan tol Trans Suamtera nantinya akan memiliki lebar kurang lebih 21 meter. Lebar tersebut terdiri atas lebar dua jalur jalan untuk dua arah kendaraan dengan lebar masing-masing 9,2 meter. Selain itu di pinggir jalan juga akan dibuat bahu jalan dengan lebar masing-masing 2,5 meter, sedangkan di antara kedua jalur akan dipasang median selebar 2,25 meter.
Pembangunan jalan Tol Trans Sumatera dicanangkan Presiden Joko Widodo pada akhir April lalu di Desa Sabahbalau. Pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar-Palembang Sumsel sepanjang sekitar 400 km ditargetkan selesai pada Juni 2018 atau sebelum Asian Games 2018 berlangsung.
Kontraktor yang melakukan pembangunan tol di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar adalah PT Pembangunan Perumahan, Waskita Karya, Adhi Karya dan Wika. Namun, baru PP dan Waskita Karya yang sudah mulai melakukan pembangunan Tol Trans Sumatera, sedang Adhi Karya dan Wika masih terkendala lahan yang tak kunjung tuntas dibebaskan.
Sehubungan itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono kembali menyebutkan pembebasan lahan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Lampung sepanjang 140 kilometer akan selesai pada 2016. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI
-
Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya
-
Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini
-
Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026