Fasilitas pengolahan di 'rooftop' Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) di area kompleks Kilang RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Senin (14/9). [Antara]
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan, pemerintah menunjuk PT Pertamina (Persero) menjadi penanggung jawab dari pembanunan kilang Bontang di Kalimantan Timur yang akan dibangun oleh Pemerintah.
Penunjukan PT Pertamina sebagai penanggung jawab ini, mengharuskan perusahaan pelat merah diwajibkan untuk mencari mitra badan usaha swasta untuk bekerjasama. Hal ini lantaran, pembangunan kilang ini menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha. Skema ini dipercaya akan mempercepat realisasi proyek kilang terbesar kedua, setelah Kilang Tuban.
"Pertamina telah ditetapkan sebagai penanggung jawab proyek kerja sama. Sebagai PJPK, nanti Pertamina akan mencari mitra, badan usaha swasta," kata Sudirman saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2016).
Selain itu, Sudirman juga meminta kepada Kementerian Keuangan untuk menunjuk konsultan internasional sebagai pendamping Pertamina selaku penanggung jawab dalam melakukan pelelangan dan mencari mitra swasta. Hal ini juga merupakan salah satu eksekusi dari Perpres No.4 tahun 2016 dan Daftar Proyek Prioritas dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No.12 tahun 2015.
"Kita menargetkan Oktober tahun ini sudah bisa ditunjukkan (mitra swasta). Begitu Kemenkeu menunjuk konsultan internasional, maka Pertamina bisa melakukan lelang. Karena ini sudah sering dibahas, market sudah paham tinggal nanti distrukturkan. Sehingga Oktober sudah bisa kita jalankan," ungkapnya.
Ia berharap, dengan masuknya investor dan adanya mitra usaha swasta, proyek senilai Rp140 triliun ini dapat di groundbreaking pada 2017 mendatang. Sehingga pada 2022 ditargetkan kilang ini sudah mampu diproduksi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri.
“Semoga semuanya lancar, kalau lancar, 2022 sudah bisa beroperasi. Kita berharap ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Suara.com - Sebagaimana diketahui, sesuai amanat pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional, sejak lama Pertamina selaku BUMN produsen minyak berencana membangun 4 kilang minyak baru termasuk Bontang dan penambahan kapasitas 4 kilang yang sudah ada. Ini semua tertuang dalam proyek Refining Development Masterplan Program (RDMP).
Kedua program tersebut untuk menaikan produksi minyak nasional Karena konsumsi BBM pada 6 sampai 10 tahun ke depan diperkirakan akan mencapai 2,4 juta sampai 2,8 juta barel per hari. Saat ini konsumsi BBM nasional sebesar 1,6 juta barel per hari.
Komentar
Berita Terkait
-
Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan
-
Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur
-
Langit Mencekam! Rudal Kiamat Iran Gempur Israel, Kilang Minyak Meledak
-
Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak Texas AS, Diserang Rudal Iran?
-
Selain Ras Taruna yang Ditutup, Ini 8 Kilang Minyak Raksasa Milik Arab Saudi
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya