Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said berencana memberikan dua insentif kepada para investor yang bersedia untuk menanamkan modal untuk pembangunan kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur. Insentif yang akan diberikan berupa lahan dan perpajakan.
“Yang sudah diputuskan itu insentif lahan, sedang kan yang pajak (tax holiday) masih dibicarakan, tapi itu yang akan kami berikan. Kalau lahan, Kementerian Agraria menyatakan sertifikasi tidak ada masalah,” kata Sudirman di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2016).
Ia menambahkan penggaetan investor dengan memberikan insentif sangat perlu dilakukan lantaran pemerintah membutuhkan dana pembangunan kilang di Bontang yang mencapai 10 miliar dolar AS untuk masing-masing lokasi. Dengan demikian, peran investor sangat penting.
“Nilai investasi kilang Bontang ini bisa mencapai Rp75 triliun - Rp140 triliun sehingga dibutuhkan investor untuk masuk dalam pembangunan kilang ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan pemberian insentif akan menggunakan skema kerjasama pemanfaatan infrastruktur. Dengan biaya nol rupiah sehingga investor yang mengambil lahan tidak akan dikenakan biaya. Kementerian Agraria sudah menyatakan lahan yang akan dibangun kilang bebas masalah.
“Jadi investor yang akan mengambil ini (lahan) tidak akan dikenakan biaya karena akan mengurangi investasi secara signifikan," katanya.
terkait pajak, kata Sudirman, pemerintah masih membicarakannya.
“Segera, ini akan segera diselesaikan. Semoga dalam waktu dekat kami bisa mendapat investor,” katanya.
Sebagaimana diketahui, sesuai amanat pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional, sejak lama Pertamina selaku BUMN produsen minyak berencana membangun 4 kilang minyak baru termasuk Bontan dan penambahan kapasitas 4 kilang yang sudah ada. Ini semua tertuang dalam proyek Refining Development Masterplan Program (RDMP).
Kedua program tersebut untuk menaikan produksi minyak nasional Karena konsumsi BBM pada 6 sampai 10 tahun ke depan diperkirakan akan mencapai 2,4 juta sampai 2,8 juta barel per hari. Saat ini konsumsi BBM nasional sebesar 1,6 juta barel per hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
5 Tips Meletakkan Sepatu di Rumah Menurut Feng Shui agar Rezeki Tidak Seret
-
3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 18 Juli 2026, Rezeki dan Peluang Menghampiri
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU