Suara.com - Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Arif Wibowo mengatakan akan segera menurunkan tarif penerbangan sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan tarif batas atas dan batas bawah maskapai sebesar lima persen pada 27 Febuari 2016.
"Ini koridor yang proposal. Harga avtur kan turun, jadi penerapan tarif batas bawah dan batas bawah yang baru bisa di-absorb,” kata Arif di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (12/2/2016).
Penurunan tarif sebesar lima persen, menurut Arif, tidak memberatkan para pelaku usaha yang bergerak di industri penerbangan.
Arif memastikan Garuda Indonesia tidak akan menetapkan harga melampaui batas atas atau batas bawah.
“Ya tentu akan diikuti. Pokoknya kan perhitungannya itu tidak boleh melebihi batas atas atau batas bawah kami pasti akan ikuti arahan pemerintah itu,” katanya.
Arif menegaskan dampak penerapan tarif batas atas dan batas bawah baru akan dirasakan konsumen pada saat libur akhir pekan.
“Misal Jumat siang, Jakarta-Surabaya Rp1,2 juta, kalau diturunkan lima persen ya nggak sampai segitu," kata Arif.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menurunkan tarif atas dan tarif bawah lantaran harga avtur dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan, begitu juga dengan harga minyak dunia.
"Jadi 15 hari sebelum diturunkan harus diumumkan dulu. Agar pemerintah tahu, apakah maskapai sudah sesuai aturan atau belum, " kata Kepala Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan J. A. Barata, Kamis (11/2/2016).
Pemerintah mengimbau seluruh maskapai di Indonesia mematuhi aturan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana