Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/2/2016) dibuka turun sebesar 6,58 poin seiring pelaku pasar yang mengambl posisi lepas saham seraya menanti sentimen baik domestik maupun eksternal.
"Pada awal perdagangan sebagian pelaku pasar melakukan ambil untung di tengah penantian kebijakan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang diharapkan turun dan sentimen laporan keuangan tahunan emiten periode 2015," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (17/2/2016).
IHSG BEI dibuka turun 6,58 poin atau 0,14 persen menjadi 4.742,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 0,24 persen menjadi 829,70.
Sementara dari eksternal, lanjut Reza, pelaku pasar juga menantikan perkembangan terbaru dari upaya pemulihan ekonomi global terutama Tiongkok serta pergerakan harga komoditas dunia.
Ia mengharapkan bahwa masih bertahannya aksi beli pemodal asing terhadap saham-saham di BEI, diharapkan mampu menopang laju IHSG dan diikuti investor lainnya untuk melakukan aksi beli.
Sementara itu dalam perjalanannya, fluktuasi IHSG BEI terpantau mulai bergerak di area positif atau menguat 18,54 poin atau 0,39 persen menjadi 4.763,90 poin.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan bahwa pelaku pasar terlihat cenderung berada dalam posisi "wait and see" terhadap kebijakan Bank Indonesia mengenai BI Rate, dan publikasi laporan keuangan emiten.
Secara teknikal, lanjut dia, tren naik jangka menengah bagi IHSG cukup terbuka, pelaku pasar masih dapat melakukan beli saham secara selektif terutama pada saham-saham konstruksi, semen, dan saham-saham yang bakal diuntungkan dengan penurunan BI Rate seperti sektor perbankan, otomotif, dan properti.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 157,64 poin (0,82 persen) ke level 19.279,72, dan indeks Nikkei melemah 67,61 poin (0,42 persen) ke level 15.986,82, Straits Times melemah 2,92 poin (0,11 persen) ke posisi 2.641,26. (Antara)
Berita Terkait
-
Sempat Tembus 9.100, IHSG Berakhir di Level 9.075
-
Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan
-
IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah
-
IHSG Masih Betah di Level 9.000 pada Awal Perdagangan Jelang Libur Panjang
-
IHSG Diproyeksi Menguat Tipis Hari Ini, Cek Saham-saham Rekomendasi
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025
-
Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi
-
Setelah Haji, Pos Indonesia Mulai Layani Pengiriman Barang Jamaah Umrah dan PMI
-
Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026
-
Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya
-
Danantara Akan Reformasi BUMN-BUMN Besar di 2026
-
Peringkat CDP Naik, Chandra Asri (TPIA) Kian Dilirik Investor ESG
-
Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah
-
LPCK Mulai Garap Hunian Murah di Kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis
-
Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk