Bisnis / Keuangan
Kamis, 03 Maret 2016 | 08:32 WIB
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Merawat orang tua merupakan tugas "alamiah" seorang anak. Sudah seharusnya seorang anak memiliki rasa kepedulian kepada orang tua. Oleh sebab itu, dari sisi keuangan, alangkah lebih baik bila seorang anak sudah mempersiapkan diri terkait hal ini. Ajaran menabung dan berinvestasi merupakan pendidik yang selalu berguna di setiap usia. Apalagi menjelang usia pensiun.

Sayangnya, terkadang bagi sebagian orang tua hal ini bukan termasuk sesuatu yang harus dipersiapkan. Yang dilakukan mereka hanyalah berharap bisa "menggantungkan" hidup pada anak-anaknya. Ya, memang terlihat agak berat, namun itulah yang diharapkan orang tua Anda.

Biasanya, generasi ini hanya memiliki tabungan masa pensiun ala kadarnya. Padahal, kalau Anda pikir kembali, tidak semua anak memiliki kemampuan secara finansial untuk menanggung orang tuanya sendiri. Jangankan menanggung orang tua, mengurus istri dan anak-anaknya pun dirinya kesusahan setengah mati.

Apa yang Anda lakukan ini bertujuan agar keuangan keluarga kelak tidak sampai terganggu.

Berikut ini adalah beberapa hal terkait persiapan yang mesti dilakukan untuk menanggung orang tua, yaitu: 

1.Bicara

Berbicara dengan orang tua merupakan suatu hal yang wajar. Apalagi berkaitan dengan hal ini. Idealnya, dana untuk membantu kehidupan pensiun orang tua disiapkan sebelum si anak membentuk keluarga sendiri. Namun yang banyak terjadi yaitu si anak lebih banyak menggunakan pendapatannya untuk kepentingan sendiri. Apalagi bila si anak baru mulai masuk masa kerja.

Bila sudah bekerja, lebih baik si anak mempersiapkan dana membantu biaya hidup orang tua setelah pensiun mulai lima tahun sebelum orang tua pensiun. Masa ini seharusnya kondisi pendapatan si anak sudah stabil dan perencanaan keuangan keluarga si anak juga sudah berjalan. Membicarakan rencana ini dengan orang tua merupakan hal yang wajib. Selain itu, Anda pun harus memastikan kalau alokasi dana yang digunakan untuk membantu kebutuhan pensiun orangtua sekitar 5%-10% dari pendapatan.

2.Berhitung

Hitung berapa besar kebutuhan dan pensiun orang tua. Selain itu, tanyakan pula berapa dana pensiun yang dimiliki orang tua. Lebih detail lagi, Anda bisa menanyakan skema pencairan dana pensiun orang tua. Apakah dicairkan sekaligus atau secara bulanan. Anda pun bisa menanyakan kepada orang tua, apakah mereka masih memiliki pendapatan setelah pensiun. Tidak berhenti sampai di situ. Anda pun sudah sepatutnya menghitung berapa besar utang orang tua.

Kalau perlu, Anda pun sudah sepatutnya memperhitungkan usia harapan hidup orang tua. Usia pensiun bisanya berkisar antara 55 tahun hingga 65 tahun. Rata-rata orang Indonesia hidup hingga usia 80 tahun. Hal ini bisa anda artikan kalau orangtua Anda akan membutuhkan dana untuk 15 tahun hingga 25 tahun ke depan.

3.Kesehatan

Semakin tua, maka semakin rentan dengan penyakit. Oleh sebab itu, mempersiapkan dana kesehatan bagi orang tua merupakan hal yang wajib. Bukannya mau mendoakan untuk sakit, namun ini merupakan langkah antisipasi.

Untuk urusan ini, lebih baik bila Anda mengambil asuransi kesehatan bagi orang tua. Selain itu, Anda pun bisa mengikutsertakan mereka di program BPJS Kesehatan. Hal ini bertujuan meringankan biaya kita dan orangtua pun tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

4.Prioritas

Tag

Load More