Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti berharap para pengunjung dan calon pembeli produk perikanan di pameran makanan laut di Boston,Amerika Serikat dapat melihat situasi pasar dan potensi Indonesia.
"Dengan kencangnya kita memerangi penangkapan ikan secara ilegal, tak dilaporkan dan melanggar aturan, mereka akan melihat pertumbuhan produk perikanan kita tumbuh sangat pesat," kata Menteri di sela-sela kunjungannya di pameran makanan laut di Boston, AS Minggu (6/3/2016)) waktu setempat.
Pada kesempatan tersebut, Menteri juga berharap mendapat masukan yang berharga baik dari peserta pameran maupun pengunjung ke pameran tersebut sehingga Indonesia akan dapat terus meningkatkan ekspor produk-produk kelautan dan diperhitungkan oleh dunia.
"Saya juga berharap pengusaha perikanan Indonesia terus melakukan penangkapan ikan secara bertanggung jawab," kata Susi seraya menambahkan para pengusaha perikanan Indonesia tidak sekadar jualan tapi juga menangkap ikan dengan cara yang benar dan tidak melanggar program IUU (Illegal, unreported, and unregulated).
Menteri juga minta para pengusaha Indonesia untuk terus mengembangkan industri perikanan dengan memperhatikan cara-cara yang ramah lingkungan.
"Saya melihat peluang ekspor produk kelautan bagi pengusaha Indonesia bagus kendati masih ada kendala yang harus dihadapi tapi persoalan itu pasti dapat diselesaikan oleh masyarakat perikanan Indonesia," katanya.
Susi juga meyakinkan para peserta pameran dari Indonesia bahwa penertiban penangkapan ikan secara ilegal akan membuka pasar lebih besar karenanya pengusaha perikaanan diminta selalu mengikuti aturan main di dunia.
"Para pengusaha perikanan Indonesia diminta untuk melakukan penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," kata Susi.
Anjungan Indonesia di pameran tersebut diikuti oleh 17 peserta dari Indonesia termasuk PT. Central Proteina Prima, Tbk, Sustainable Fisheries, Sekar Bumi, PT. Wahyu Pradana Binulia, PT Permata Marindo Jaya dan Kudatama Mas.
Manajer Pengembangan Bisnis Sekar Bumi, Howard Ken Lukmito, mengatakan perusahaannya ikut serta dalam pameran tersebut dalam upaya menambah jaringan bisnisnya dan mencari pembeli baru.
Howard menjelaskan perusahaannya mempromosikan produk perikanan laut terutama udang dan produk olahan perikanan ke beberapa negara di Eropa dan Amerika.
Sementara itu manajer pemasaran ekspor PT. Central Proteina Prima, Tbk, Donny, juga menyatakan keikutsertaan perusahaannya dalam pameran tersebut ingin menambah jaringan dan mencari informasi saingan.
Donny mengungkapkan saingan terbesar bagi perusahaannya adalah India, Vietnam, Jepang dan Tiongkok, sementara pasar produk perikanan di Amerika sedang menurun.
Lain lagi dengan Direktur PT Permata Marindo Jaya, Adi Widjaja, yang menanggapi masalah rencana Amerika Serikat (AS) yang akan mempublikasikan "program penelusuran perikanan" atau tracibility program'.
Adi mengatakan perusahaannya tidak khawatir dengan rencana AS tersebut karena perusahaannya juga telah melakukan program itu.
Pada kesempatan itu, Adi memperkenalkan produk-produk perusahaannya termasuk tuna segar yang banyak diminati namun masih mengalami kendala dalam pasokan komiditas tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Ditangkap di Laut Natuna Utara, Kapal Berbendera Vietnam Diduga Angkut 80 Ton Ikan Hasil Curian
-
KKP Tangkap 2 Kapal Pencuri Ikan Filipina di Perairan Papua, Kerugian Negara Capai Rp50 M
-
Anies Janji Jadikan Ambon dan Maluku Lumbung Ikan Nasional
-
Anak Usaha Jababeka Bentuk Konsorsium untuk Kembangkan Industri Perikanan di KEK Morotai
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Hashim: Hunian Vertikal di Kampung Bandan Wujud Program 3 Juta Rumah
-
Menteri Investasi: Pelemahan Rupiah Masih Diterima Investor Asing
-
Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi
-
6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026
-
Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025
-
Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi
-
Setelah Haji, Pos Indonesia Mulai Layani Pengiriman Barang Jamaah Umrah dan PMI
-
Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026
-
Celebi Aviation Resmi Beroperasi di Bandara Soetta dan Ngurah Rai
-
Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya