- Laba bersih FIF tahun 2025 naik 4,92% menjadi Rp4,63 triliun didorong semua lini bisnis.
- Penyaluran pembiayaan tembus Rp49,45 triliun dengan total 3,39 juta unit kendaraan/barang.
- Kinerja sangat sehat dengan rasio kredit macet (NPF Nett) stabil di level rendah 0,20%.
Suara.com - Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan ritel, PT Federal International Finance (FIF), sukses membukukan kinerja kinclong sepanjang tahun 2025. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,63 triliun, tumbuh 4,92 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode 2024 yang sebesar Rp4,42 triliun.
Direktur FIF, Valentina Chai, mengungkapkan bahwa torehan positif ini merupakan buah manis dari kepercayaan pelanggan serta sinergi kuat antar pemangku kepentingan.
"Kami mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas pencapaian yang diraih perseroan. Ini menjadi bukti kepercayaan seluruh pihak yang menjadikan FIF sebagai solusi finansial pilihan," ujar Valentina dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).
Sokongan laba bersih ini sejalan dengan nilai penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp49,45 triliun hingga akhir kuartal IV-2025, atau melonjak 7,64 persen (yoy). Secara volume, jumlah unit yang dibiayai mencapai 3,39 juta unit, naik 4,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini merata di seluruh lini layanan FIF, mulai dari pembiayaan motor Honda (FIFASTRA), elektronik dan perabot (SPEKTRA), hingga pembiayaan multiguna (DANASTRA). Tak ketinggalan, sektor mikro melalui FINATRA dan pembiayaan syariah Haji-Umrah lewat AMITRA turut memberi kontribusi signifikan.
Valentina menegaskan, perseroan akan terus memperkuat rantai nilai (value chain) dan digitalisasi guna menjaga momentum pertumbuhan. "Kami optimistis terus memberikan layanan terbaik untuk menjadi solusi bagi seluruh kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia," tuturnya.
Secara fundamental, kondisi keuangan FIF tergolong sangat prima. Net-Services Asset (NSA) perseroan tercatat tumbuh 14,38 persen (yoy) menjadi Rp53,44 triliun.
Meski pembiayaan ekspansif, tingkat risiko tetap terkendali. FIF berhasil menjaga rasio Non-Performing Finance (NPF) Nett di level sangat rendah, yakni 0,20 persen. Angka ini menempatkan FIF sebagai salah satu perusahaan pembiayaan paling sehat berdasarkan indikator Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
-
Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan