Suara.com - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sudah bisa merealisasikan produksi puncak lapangan Banyuurip Blok Cepu di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hingga mencapai 165.000 barel per-hari, sejak sepekan lalu.
"Vice President Public and Government Affairs" ExxonMobil Indonesia (EMOI), Erwin Maryoto, Senin (7/3/2016), mengatakan anak perusahaan EMOI yaitu EMCL, tetap akan berusaha bisa menaikkan produksi puncak sebesar 165.000 barel per-hari itu.
Sebelum itu, produksi minyak Blok, rata-rata sekitar 150.000 barel per-hari, kemudian secara bertahap naik menjadi 165.000 barel per-hari.
"Kalau bisa produksinya akan dinaikkan lagi. EMCL akan terus berusaha menaikkan produksinya," katanya, ketika ditanya kemungkinan produksi minyak Blok Cepu, bisa mencapai 205.000 barel per-hari.
Menurut dia, produksi puncak sebesar 165.000 barel per-hari itu, dihasilkan dari dua lapangan minyak Banyuurip Blok Cepu. Semua produksi minyak itu disalurkan melalui pipa distribusi 20 inci menuju lokasi penampungan di Kapal Gagak Rimang, laut lepas di Palang, Tuban.
Untuk sumur minyak di lapangan C Banyuurip, yang memanfaatkan tanah kas desa (TKD) Desa Gayam, Kecamatan Gayam, tidak berproduksi.
"Produksi sumur minyak Banyuurip Blok Cepu, tidak ada yang disalurkan di kilang minyak, yang dikelola Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu," tandasnya.
Dari data yang ada, di tiga lapangan sumur minyak Blok Cepu, terdapat sebanyak 48 sumur, diantaranya 36 merupakan sumur produksi dan 12 sumur injeksi gas dan air.
Ditanya terkait harga minyak yang terus turun hingga sekitar 30 dolar Amerika Serikat per-barel, ia menyatakan hal itu tidak ada masalah.
Pembagian keuntungan antara operator dengan Pemerintah, untuk persentasenya sudah diatur sedemikian rupa, sehingga Pemerintah tidak merugi.
"Pembagian keuntungan antara operator dengan Pemerintah tetap mengacu perjanjian yang sudah disepakati bersama," ucapnya.
Dalam hal ini, lanjut dia, perjanjian yang dibuat juga membatasi operator untuk bisa memperoleh keuntungan yang bisa mengakibatkan Pemerintah merugi.
Sesuai data, pembagian keuntungan produksi minyak Blok Cepu, antara Pemerintah dan operator yaitu, kalau harga minyak 0-30 dolar Amerika Serikat per barel, maka perolehan Pemerintah 46,3 persen dan operator 53,57 persen.
Tapi, kalau harga minyak 35-40 dolar Amerika Serikat per barel, maka perolehan Pemerintah 55,35 persen, dan operator 44,64 persen.
Sedangkan kalau harga 40-45 dolar Amerika Serikat per barel, maka perolehan Pemerintah 64,28 persen dan operator 35,7 persen, dan harga minyak dunia di atas 45 dolar Amerika Serikat per barel, maka perolehan Pemerintah 73,2 persen dan operator 26,7 persen. (Antara)
Berita Terkait
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
ESDM Terus Kejar Target Produksi Minyak Tembus 900 Ribu Barel per Hari
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk
-
Ponzi Berkedok Syariah, OJK dan PPATK Jelaskan Kasus Fraud Pinjol Dana Syariah Indonesia
-
Airlangga Yakin Lahan Papua Lebih Bagus untuk Food Estate Ketimbang Australia
-
Airlangga Klaim SPPG Model Bisnis Aman: Jaminannya APBN MBG Rp 335 Triliun
-
Perempuan Lentera Kehidupan Hadir dalam 12 Potret Terbaik dari Jurnalis Nasional di MRT Bundaran HI
-
Indonesia Siapkan Ekosistem Semikonduktor, Libatkan Inggris dengan Anggaran 125 Juta USD
-
Perluas Akses Air Bersih Pascabencana, Kementerian PU Bangun 57 Titik Sumur Bor di Aceh
-
Pelni Logistics Bidik Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas Capai 56.482 TEUs di 2026
-
Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun
-
Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru