- SKK Migas mengungkapkan delapan proyek migas akan mulai berproduksi secara bertahap sejak kuartal I hingga IV tahun 2026.
- Kedelapan proyek tersebut direncanakan menghasilkan total kapasitas 77.968 Barel Setara Minyak per Hari dengan capex USD 478 juta.
- Beberapa proyek yang disebutkan antara lain Sidingin North-1 oleh PHR dan Senoro Selatan Tahap II oleh JOB Pertamina-Medco E&P.
Suara.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkap terdapat 8 proyek minyak dan gas mulai berproduksi atau onstream pada 2026.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkap kedelapan proyek memiliki desain kapasitas mencapai 8.457 barel per hari (BOPD) dan gas 389 juta kaki kubik per hari (MMscfd), atau secara total mencapai 77.968 Barel Setara Minyak per Hari (boepd).
"Desain kapasitasnya untuk minyaknya bisa menambah keseluruhan 8.457 barel, gasnya 389 juta atau barel per day 77.968 beral," kata Djoko saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (11/2/2025).
Tercatat kedelapan proyek memiliki capital expenditure (capex) fasilitas produksi senilai USD 478 juta. Adapun kedelapan proyek minyak dan gas itu di antaranya Fasprod Sidingin North-1 yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang ditargetkan memproduksi 325 BOPD, dan akan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.
Kemudian, Polymer Minas Area D yang dikelola oleh PT PHR ang ditargetkan memproduksi 1.212 BOPD dan akan mulai beroperasi pada kuartal II 2026. Lalu Upgrading Puspa Asri yang dikelola oleh PT Pertamina EP dengan target produksi 1.034 BOPD dan akan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.
Selanjutnya, Sisi Nubi AOI 1,3,5 Tahap II yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam dengan target produksi gas 180 MMscfd dan akan mulai beroperasi pada kuartal I 2026.
Suban Compressor Clustering yang dikelola oleh Medco E&P Grissik Ltd dengan target produksi gas sebesar 118 MMscfd dan akan mulai beroperasi pada kuartal II 2026.
OO-OX yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi ONWJ dengan target produksi minyak 2.996 BOPD dan gas 21,3 MMscfd, serta akan mulai beroperasi pada kuartal I 2026.
Terakhir, Senoro Selatan Tahap II yang dikelola JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi dengan target produksi 2.800 BOPD dan gas 110 MMscfd, mulai beroperasi pada kuartal I 2026.
Baca Juga: ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
Berita Terkait
-
Pipa Bocor di Sumatera, RI Terancam Kehilangan Produksi Minyak 2 Juta Barel
-
SKK Migas dan PetroChina Mulai Garap Pengeboran Jabung Tahun 2026
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Target Lifting Minyak Pertamina di 2025 Terlampaui, Pakar Bilang Begini
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah