- Sebanyak 22.000 sumur minyak nganggur butuh intervensi teknologi.
- Pemerintah segera tender 110 blok migas baru demi stok energi.
- RI targetkan setop impor solar tahun 2026 lewat RDMP & B40.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, blak-blakan mengungkap kondisi miris hulu migas nasional. Dari puluhan ribu sumur minyak yang dimiliki Indonesia, ternyata lebih dari separuhnya dalam kondisi "tidur" alias tidak beroperasi.
Bahlil merinci, dari total populasi sumur yang mencapai 39.000 hingga 40.000 titik, hanya sekitar 17.000 sampai 18.000 sumur yang saat ini aktif beroperasi. Sisanya merupakan sumur tua yang terbengkalai.
"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain. Selebihnya idle weld karena sudah tua, nah ini kita kerjasamakan," ujar Bahlil dalam Sidang Pleno XVIII BPP HIPMI di Makassar, dikutip Senin (16/2/2026).
Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan bahwa mimpi swasembada energi mustahil terwujud tanpa keberanian melakukan terobosan. Menurutnya, kegagalan dalam mendorong kemandirian energi hanya akan menguntungkan para pemburu rente impor.
"Para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," tegasnya.
Untuk mengejar target tersebut, Kementerian ESDM menyiapkan dua jurus utama dengan mempercepat pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk Plan of Development (POD) dan membuka tender untuk 110 blok migas baru guna memperkuat ketahanan pasokan nasional.
Di sisi hilir, Bahlil membawa kabar optimistis. Beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Januari lalu, menjadi tonggak sejarah baru.
Kilang tersebut mampu menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar. Ditambah dengan mandatori program B40, Indonesia diprediksi akan menyetop impor solar sepenuhnya tahun ini.
"Maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," pungkas Bahlil.
Baca Juga: Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?