Bisnis / Energi
Kamis, 22 Januari 2026 | 15:18 WIB
Rapat kerja Komisi XII DPR RI dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan gangguan produksi minyak akibat pipa bocor di Sumatera pada awal tahun 2026.
  • Gangguan ini diperkirakan mengakibatkan potensi kehilangan produksi minyak nasional sekitar dua juta barel pada periode tersebut.
  • Pipa gas PT TGI di Riau yang bocor berdampak pada operasional Blok Rokan, namun perbaikan dijanjikan pulih dalam dua hari.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap produksi atau lifting minyak nasional mengalami gangguan pada awal tahun 2026. Diprekirakan, RI bisa kehilangan produksi sebesar 2 juta barel. 

Hal itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta pada Kamis (22/1/2026). 

"Izin pimpinan kami laporkan, bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera. Pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun," ujar Bahlil. 

Ilustrasi produksi minyak dan gas. [Antara/ndri Saputra/nym]

Atas peristiwa itu, Bahlil menegaskan akan mengambil tindakan tegas berupa sanksi kepada bawahannya. 

"Jadi pipanya yang bocor, tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait," katanya. 

Bahlil mengakui,peristiwa tersebut merupakan kecelakaan, namun menurutnya tetap harus ada yang bertanggung jawab. 

"Karena saya anggap itu sebuah, betul dari kecelakaan tapi ada sebuah ketidakihtiaran dari kami. Tapi apapun ceritanya itu kesalahan kami," tegasnya. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut bahwa pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Riau mengalami kebocoran. Peristiwa itu berdampak terhadap operasional produksi di Blok Rokan, milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Karena pipa tersebut mengalirkan gas ke pembangkit listrik yang menunjang operasional di Blok Rokan, milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).. 

Baca Juga: Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026

Pada Rabu (21/1), Laode menyebut bahwa pipa yang bocor telah berhasil diperbaiki. Dan produksi minyak di Blok Rokan akan kembali pulih dalam beberapa hari kedepan. 

"Kemarin saya komunikasi informasinya dalam 2 hari kedepan (normal kembali)," kata Laode. 

Load More