Dengan berkembangnya zaman dan gaya hidup yang semakin dinamis, pemenuhan akan kebutuhan masyarakat pun semakin berkembang ke arah yang lebih praktis. Dapat kita lihat contohnya di kota-kota besar di Indonesia, lonjakan tren hunian apartemen dan hunian eksklusif minimalis dalam beberapa tahun terakhir meningkat tajam. Dan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga para penghuni, tak terkecuali tabung gas untuk memasak, yang praktis namun banyak keunggulannya itu yang sangat diperlukan masyarakat.
Suara.com - Menjawab hal ini, Pertamina meluncurkan Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas Can kemasan 220 gram. Bertempat di Atrium C, Jogja City Mall, Yogyakarta, Sabtu (12/3/2016). Peluncuran ditandai dengan penyerahan secara simbolis Tabung Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas Can kemasan 220 gram dari Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang kepada Wakil Gubernur DIY Paku Alam X
“Peluncuran Bright Gas 5.5 kg akan menjadi solusi yang cocok bagi konsumen yang membutuhkan kemasan lebih ringan dan praktis, serta dengan harga yang sangat terjangkau. Wanita karier, ibu rumah tangga yang dinamis atau keluarga kecil maupun penghuni apartemen yang memiliki kebiasaan memasak dalam frekuensi yang lebih sedikit merupakan target konsumen Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas Can kemasan 220 gram,” kata Ahmad Bambang.
Bright Gas 5.5 kg merupakan varian baru yang akan melengkapi kemasan yang telah ada di pasar yaitu Bright Gas 12 kg. Tiga keunggulan utamanya adalah: Lebih Aman, Lebih Nyaman dan Lebih Terjangkau. Bright Gas 5,5 kg Lebih Aman karena dilengkapi dengan fitur teknologi katup ganda atau Double Spindle Valve System (DSVS) yang 2 kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung. Lebih terjamin isinya, karena tabung Bright gas 5,5 kg dilengkapi dengan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan. Fitur ini hampir sama dengan teknologi yang digunakan dalam benang pengaman uang kertas dan dokumen-dokumen berharga lainnya.
“Dengan demikian, konsumen pengguna Bright Gas 5.5 kg dapat merasakan jaminan kenyamanan memasak di rumah maupun apartemennya karena dengan fitur-fitur ini Bright Gas 5,5 kg mengamankan dari tindakan pengoplosan ataupun kurang isi,” tegas Ahmad Bambang.
Lebih Nyaman karena produk ini sangat praktis digunakan dimana berat kosong tabung hanya 7,1 kg dan total berat termasuk isi hanya sekitar 12,6 kg, produk ini lebih ringan dari segalon air mineral.
Bright Gas Can kemasan 220 gram sebagai LPG yang dikemas dalam kaleng, umumnya dapat dipergunakan sebagai bahan bakar kompor portable maupun torch memasak. Praktisnya LPG yang dikemas dalam kaleng ini sangat mudah digunakan baik untuk kebutuhan memasak indoor maupun outdoor, seperti kegiatan berkemah.
Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas Can kemasan 220 gram dijual dengan harga yang lebih terjangkau di masyarakat. Saat ini Bright Gas 5,5 kg dijual dengan harga Rp 61.500/tabung di SPBU, sedangkan Bright Gas Can kemasan 220 gram dibandrol pada harga Rp 17.000/kaleng. Konsumen Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas Can kemasan 220 gram dapat lebih nyaman dalam memesan produk ini, dengan layanan pesan antar melalui Contact Pertamina 500 000.
Selain di SPBU Pertamina, Bright Gas 5,5 kg juga dijual melalui Agen LPG. Sedangkan Bright Gas Can kemasan 220 gram. Dalam masa awal, penjualan kedua produk ini sementara akan difokuskan di SPBU COCO Baciro dan Adi Sutjipto. Ke depannya Bright Gas 5,5 kg akan didistribusikan melalui jaringan yang lebih luas.
Acara peluncuran juga dimeriahkan oleh demo masak dari Juara Masterchef Indonesia season 3, William Gozali serta lomba memasak yang menjadi momen bagi para peserta dan pengunjung untuk mencoba secara langsung produk Bright Gas 5.5. kg dan Bright Gas Can kemasan 220 gram sekaligus merasakan kehandalan dan kenggulannya.
Pada kegiatan peluncuran ini, konsumen yang melakukan pembelian Bright Gas 5,5 kg atau Bright Gas Can kemasan 220 gram (dalam kuantitas tertentu) di booth Jogja City Mall akan langsung mendapatkan hadiah menarik. Sebagai produk Non Subsidi yang tidak membebani pemerintah, Bright Gas dapat menjadi salah satu kontribusi masyarakat Indonesia dalam mendukung pemerintah dalam penyediaan energi secara merata kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Berita Terkait
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan
-
10 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia: Iran Cuma Rp500 Perak, Pertamina Malah Naik
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026
-
Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara
-
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot