- Nadiem Makarim menyampaikan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026 terkait kasus hukumnya.
- Ia menyoroti bahwa kriminalisasi terhadap profesional muda dapat menurunkan minat talenta berbakat untuk mengabdi dalam sistem pemerintahan.
- Ketidakpastian hukum dinilai berisiko menghambat inovasi birokrasi, menurunkan kepercayaan investor, serta mengancam stabilitas ekonomi nasional Indonesia.
Suara.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan nota pembelaan atau pledoi di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Persidangan kali ini menjadi panggung bagi Nadiem untuk menyuarakan keresahannya mengenai masa depan pengabdian kaum profesional di Indonesia.
Nadiem menyoroti fenomena kriminalisasi yang ia nilai dapat memadamkan niat para profesional muda berbakat untuk masuk ke dalam sistem pemerintahan.
"Profesional muda ketakutan bahwa mereka akan menjadi korban berikutnya. Satu generasi menahan napas, menunggu keputusan Majelis, menunggu konfirmasi apakah kebenaran masih berarti di negara tercinta kita," ujarnya.
Nadiem mencatat bahwa gelombang kriminalisasi yang terjadi saat ini berisiko memutarbalikkan arus pengabdian talenta terbaik bangsa hingga seratus delapan puluh derajat.
Padahal, strategi membawa kaum muda berprestasi ke birokrasi diklaim berhasil meningkatkan efektivitas serta kegesitan kinerja kementerian.
Namun, langkah transformatif tersebut justru memicu gesekan hebat dengan pihak internal yang merasa tersingkirkan oleh kehadiran para profesional muda.
"Saran saya, untuk generasi berikutnya yang sedang mempertimbangkan untuk mengabdi kepada negara, temukanlah keseimbangan antara profesionalisme dan tata krama politik, karena gesekan kecil, bisa menjadi dendam besar," kata Nadiem.
Nadiem memperingatkan bahwa tanpa adanya jaminan kepastian hukum, para inovator masa depan akan lebih memilih untuk menjauh dari urusan kenegaraan.
Ketidakpastian hukum ini juga disebutnya telah meluas hingga memengaruhi kepercayaan komunitas bisnis internasional serta stabilitas ekonomi nasional.
Melalui pledoi tersebut, ia berharap keputusan hakim dapat memulihkan kembali optimisme generasi muda yang ingin memberikan sumbangsih nyata bagi tanah air.
"Negara kita negara yang kuat. Yang akan meruntuhkan negara ini, bukan kelangkaan pekerjaan, bukan kelangkaan investasi, bahkan bukan kelangkaan talenta. Yang akan meruntuhkan negara ini adalah kelangkaan harapan," tandas Nadiem.
Sidang pembelaan ini pun menjadi momen krusial untuk menentukan apakah profesionalisme masih memiliki ruang aman di panggung politik dan birokrasi Indonesia.
Berita Terkait
-
Pakar Hukum Kompak Sebut Kerry Riza Seharusnya Divonis Bebas: Unsur Pidana Tak Terbukti
-
Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Dukungan Ojol ke Nadiem Makarim Dinilai Paradoks: 'Dia Sudah Nyaman di Menara Gading'
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah