Suara.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana membangun dua bandara di wilayah kepulauan setempat di sekitar Madura.
"Beberapa waktu lalu kami diundang rapat koordinasi oleh Pemprov Jatim. Salah satu materi yang dibahas adalah rencana Pemprov Jatim untuk membangun bandara di Pulau Kangean dan Masalembu," kata Kepala Dishub Sumenep, M Fadillah di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (6/4/2016).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan dua bandara di wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, supaya warga setempat memiliki moda transportasi alternatif selain kapal.
"Dua bandara tersebut akan dikonsep sebagai bandara perintis atau yang dilalui jalur penerbangan pesawat perintis," ujarnya.
Pembangunan bandara di Kangean, kata dia, merupakan pembuatan bandara baru dan direncanakan di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa.
"Sementara pembangunan bandara di Masalembu merupakan pemanfaatan kembali eks bandara milik anak perusahaan milik PT Pertamina. Eks bandara tersebut berada di Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu," kata Fadillah, menerangkan.
Ia menjelaskan, pembangunan bandara di Kangean akan direalisasikan Pemprov Jatim, jika Pemkab Sumenep menyelesaikan pengadaan atau menyediakan lahan bandara.
"Sementara rencana pembangunan bandara di Masalembu bisa direalisasikan jika manajemen PT Pertamina menyetujui permohonan pemanfaatan eks bandara yang telah diajukan Pemprov Jatim beberapa waktu lalu," ujarnya.
Fadillah juga mengemukakan, Pemkab Sumenep telah melakukan pembebasan sebagian lahan untuk pembangunan bandara di Kangean pada 2015 dan tahun ini direncanakan pembebasan lahan tahap kedua.
"Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana untuk membangun dua bandara tersebut. Namun, realisasinya menunggu kesiapan lahan untuk bandara di Kangean dan persetujuan manajemen PT Pertamina untuk bandara di Masalembu," katanya.
Pulau Kangean dan Masalembu adalah dua di antara puluhan pulau berpenghuni padat di Kabupaten Sumenep.
Dalam kondisi cuaca baik, perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget (Sumenep daratan) ke Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean dan sebaliknya, membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam dengan menggunakan kapal cepat yang berbahan dasar fiberglass dan sembilan jam dengan kapal besi/baja.
Sementara perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget ke Masalembu dan sebaliknya membutuhkan waktu sekitar 12 jam dengan kapal besi/baja.
Sampais saat ini, Pulau Madura hanya memiliki 1 bandara, yakni Bandara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri pada tahun ini memang akan membangun dan mengembangkan bandara baru di 15 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia tahun ini. Untuk memuluskan upaya tersebut, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar tahun ini. Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 5.836.736.655 untuk pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan prasarana bandar udara pada Tahun Anggaran 2016.
Pembangunan dan perbaikan bandara tersebut tidak hanya terfokus di wilayah Jawa, namun merata ke pulau lainnya di Nusantara.(Antara)
Berita Terkait
-
Filosofi Warung Madura dan Seni Ngecer untuk Bertahan Hidup
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Banjir Rendam Tol Sedyatmo, Polisi Alihkan Arus Lalin Menuju Bandara Soekarno-Hatta
-
Celebi Aviation Resmi Beroperasi di Bandara Soetta dan Ngurah Rai
-
Carlos Perreira Fokus Benahi Skuad Madura United Jelang Laga Tandang Melawan Persija di JIS
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
LHKPN Bupati Pati, Sudewo yang Kena OTT KPK: Asetnya Tersebar dari Jabar Sampai Jatim
-
CFX Optimistis Industri Kripto Tumbuh Positif di 2026
-
Apa Itu Web3 dan Bagaimana Fungsinya dalam Tatanan Ekonomi
-
Purbaya Kembali Singgung Aksi Demonstrasi Tahun Lalu: Lebih Baik Kerja Dibanding Demo
-
Lantik 14 Pejabat Baru, Mendag Budi Santoso: Bikin Kebijakan yang Berdampak ke Masyarakat
-
Purbaya Klaim BI Tetap Independen Meski Keponakan Prabowo Masuk Calon Deputi Gubernur
-
Perkuat Investasi Bisnis Indonesia-Korea, KB Bank Gelar 2026 Indonesian Day Business Forum di Seoul
-
Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale
-
Harga Jadi Tantangan, PT Vale Catatkan Pendapatan USD 902 Juta
-
Bocoran Menkeu Purbaya: Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI, Tukar Wamenkeu ke Juda Agung