- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaitkan demonstrasi akhir Agustus-September 2025 dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Purbaya menyatakan upayanya sebagai Menkeu sejak September 2025 adalah menciptakan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
- Pemerintah dan Bank Sentral berupaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi agar masyarakat fokus bekerja daripada melakukan demonstrasi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyinggung soal aksi demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus dan awal September 2025 lalu.
Menkeu Purbaya menilai kalau aksi protes ke Pemerintah yang terjadi kala itu dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melemah.
"Demo yang terjadi di bulan September awal, Agustus akhir, September awal itu, itu indikasi bahwa masyarakat sudah susah cari kerja. Makanannya sudah terganggu segala macam," kata Purbaya usai ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Usai dilantik menjadi Menkeu pada 8 September 2025 sekaligus menggantikan Sri Mulyani, Purbaya mengklaim kalau dirinya berupaya untuk menciptakan kebijakan demi mengatasi kondisi perekonomian yang lemah kala itu.
Bendahara Negara juga mengenang pernyataan awal sebagai Menkeu, di mana ia menyebut kalau tuntutan rakyat 17+8 adalah suara sebagian kecil rakyat Indonesia. Pernyataan itu pun viral dikecam warganet di media sosial.
"Kan sekarang sudah enggak ada demo kan? Sudah sedikit kan demonya? Dulu waktu gue ngomong begitu lu pada marah. 'Ni menteri yang baru asal ngomong'," kenang Purbaya.
Purbaya lalu menjelaskan apabila kondisi ekonomi Indonesia lebih baik saat itu, masyarakat bakal memiliki harapan lebih besar. Ia juga menilai kalau rakyat akan mencari pekerjaan yang lebih baik alih-alih melakukan demo.
"Lah iya betul, ketika mereka punya harapan yang lebih besar, dan bisa mencari pekerjaan yang lebih baik daripada sebelumnya, ya lebih baik kerja dibanding demo," imbuhnya.
Lebih lanjut Purbaya menegaskan bahwa saat ini Pemerintah berupaya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat pada tahun ini. Dengan demikian masyarakat bisa lebih fokus bekerja ketimbang demonstrasi.
Baca Juga: Purbaya Klaim BI Tetap Independen Meski Keponakan Prabowo Masuk Calon Deputi Gubernur
"Jadi kewajiban kita, Pemerintah dan Bank Sentral (Bank Indonesia atau BI), dan lain-lain, untuk memastikan bahwa ekonomi tumbuh lebih cepat ke depan. Sehingga lapangan kerja tercipta lebih banyak. Sehingga orang enggak sibuk demo, tapi sibuk bekerja," jelasnya.
Purbaya berkali-kali singgung demo
Ini bukan kali pertama Purbaya menyinggung soal aksi demonstrasi 17+8 yang terjadi tahun 2025. Saat pertama kali dilantik, Purbaya mengklaim kalau tuntutan itu adalah suara sebagian kecil rakyat Indonesia.
"Tapi pada dasarnya begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang ya," ujar Menkeu Purbaya kepada wartawan, Senin (8/9/2025).
Menteri baru itu lantas mengatakan akan menggenjot pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen yang nantinya masyarakat bisa lebih sibuk mencari kerja ketimbang melakukan demonstrasi.
"Saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," sebut Purbaya.
Lalu pada November 2025, Purbaya juga mengklaim kalau aksi demonstrasi atau unjuk rasa akan berkurang jika pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik.
Berita Terkait
-
Purbaya Klaim BI Tetap Independen Meski Keponakan Prabowo Masuk Calon Deputi Gubernur
-
Bocoran Menkeu Purbaya: Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI, Tukar Wamenkeu ke Juda Agung
-
Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Menhub Siapkan Skema WFA
-
Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang
-
Pegadaian Perkuat Transformasi Layanan Lewat Kampanye Nasional Melayani Sepenuh Hati
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.900/kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru Hari Ini
-
Stok Barang Impor Mampet, Pengusaha Ritel Cemas Momentum Lebaran 2026 Terganggu
-
90 Juta Orang Lalu Lalang, Airlangga Ungkap Bandara Dubai-Doha Sangat Berpengaruh