Suara.com - Dengan adanya kelesuan ekonomi global, maka berbagai negara mencari sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. Salah satu sumber yang diharapkan adalah sektor jasa. Di Indonesia, proporsi sektor jasa dalam GDP meningkat dari 45 persen di 2010 menjadi 56 persen di 2014.
Selain itu, antara tahun 1984 dan 2008, penelitian mengindikasikan bahwa 80 persen dari orang miskin di pedesaan dan 86 persen orang miskin di perkotaan dapat keluar dari status miskin karena pekerjaan atau pendapatan yang diperoleh dari sektor jasa.
Sektor jasa juga merupakan sumber pekerjaan yang penting bagi perempuan. Pada tahun 1986, 35 persen pekerja sektor jasa adalah perempuan; pada tahun 2013, lebih dari setengah (52 persen) adalah perempuan. “Terutama bagi Indonesia yang baru saja menikmati ‘natural resources boom’, sektor jasa memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan,” kata Profesor Mari Elka Pangestu, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia dalam keterangan resmi, Selasa (12/4/2016).
Namun demikian, walapun ada tren meningkat di Indonesia namun secara rata-rata prestasi sektor jasa di Indonesia masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara-negara lain di ASEAN. Jumlah orang yang berkerja di sektor jasa di Indonesia juga proporsinya relatif rendah dibandingkan negara-negara ASEAN; rata-rata di tahun 2010-13 sekitar 43 persen. “ ujar wanita yang juga Anggota Board of Directors, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia tersebut.
Ada berbagai hal menarik lainnya tentang sektor jasa, antara lain, berkembangnya sektor ini cukup bergantung pada keputusan rumah tangga, perusahaan maupun institusi lainnya untuk melakukan ‘outsourcing’, yaitu membayar pihak lain untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu yang sebelumnya dilakukan sendiri. Pada tingkat rumah tangga, misalnya, tidak memasak sendiri namun membeli makanan di restoran. “Pada tingkat perusahaan, mengkontrak antar-jemput barang kepada pihak lain (sementara sebelumnya dilakukan dengan memiliki armada alat angkut dan pengemudi sendiri),” kata Christopher Findlay, Executive Dean pada Faculty of the Professions, The University of Adelaide dalam kesempatan yang sama.
Kedua, dua pertiga orang yang bekerja di sektor jasa, bekerja secara informal. Artinya, mereka tidak menikmati kepastian kerja serta fasilitas kesehatan dan lainnya yang umumnya tersedia bagi pekerja formal.
Ketiga, perdagangan dalam sektor jasa merupakan dimensi yang menarik. Indonesia mengalami defisit dalam hal ini, dan tingkat transaksinya sebagai proporsi dari GDP rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya (Peraga 3). “Artinya, Indonesia relatif tertutup bagi perdagangan internasional di sektor ini,” jelas Christopher.
Acara International Service Summit yang digelar hari ini di Jakarta, Selasa (12/4/2016) merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Summit telah dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Indonesia, Bapak Darmin Nasution, PhD dan Menteri Perhubungan Indonesia Bapak Ignasius Jonan.
Berita Terkait
-
Dominan Sejak Awal, Timnas Indonesia U-17 Gulung Timor Leste 4-0
-
Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
-
Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
-
Format FIFA ASEAN Cup 2026 Dirilis, Peluang Timnas Indonesia Juara Terbuka Lebar
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya