- Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia melemah 1,44 persen ke level 5.855 pada 4 Juni 2026.
- Penurunan IHSG dipicu sentimen negatif eksternal serta domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan bursa Amerika Serikat.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG tetap dalam fase konsolidasi dengan dukungan di level 5.850 dan resistance 6.060.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memerah pada awal perdagangan, Kamis, 4 Juni 2026. IHSG dibuka melemah ke level 5.919.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG melanjutkan penurunan 1,44 persen ke level 5.855.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,75 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,18 triliun, serta frekuensi sebanyak 141.100 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 115 saham bergerak naik, sedangkan 436 saham mengalami penurunan, dan 413 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, MGNA, ALKA, MSIN, KOCI, dan DAAZ.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PRDA, APIC, FOLK, OMRE, dan ASPR.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan hari ini setelah kembali mencetak level terendah baru pada sesi sebelumnya.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam publikasi Sapa Mentari edisi 4 Juni 2026 menyebutkan, IHSG ditutup melemah ke level 5.889 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih membayangi pasar keuangan Indonesia.
Baca Juga: IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
"Faktor utama yang membebani pasar antara lain outlook negatif Moody’s terhadap Danantara, pelemahan rupiah yang telah mencapai lebih dari 7 persen sejak awal tahun, serta sikap wait-and-see investor menjelang pengumuman klasifikasi pasar MSCI pada 18 Juni 2026," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Tekanan terhadap pasar saham domestik juga sejalan dengan pelemahan yang terjadi di bursa saham Amerika Serikat. Pada perdagangan sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,21 persen ke level 50.687,07.
Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,74 persen ke posisi 7.553,68 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,89 persen menjadi 26.853,98.
BRI Danareksa menilai secara teknikal IHSG masih berpotensi melanjutkan pergerakan konsolidatif dalam jangka pendek. Area support diperkirakan berada di level 5.850, sedangkan resistance berada di kisaran 6.060.
Menurut riset tersebut, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen utama dalam beberapa waktu ke depan. Fokus investor tertuju pada perkembangan stabilitas nilai tukar rupiah, langkah pemerintah dalam meredam tekanan di pasar keuangan, serta hasil evaluasi indeks global yang berpotensi memengaruhi arus modal asing ke Indonesia.
Di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan dua saham pilihan, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah