- Nilai tukar rupiah merosot ke level Rp18.015 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 4 Juni 2026.
- Pelemahan rupiah sebesar 0,27 persen disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
- Sentimen domestik yang kurang baik menyebabkan rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan Asia hari ini.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak berdaya pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (4/6/2026).
Mata uang Garuda tercatat mengalami tekanan pada awal bulan Juni. Berdasarkan data komprehensif dari Bloomberg, kurs rupiah dibuka merosot ke level Rp18.015 per dolar AS.
Kemerosotan ini memperpanjang tren koreksi mata uang domestik di tengah tingginya ketidakpastian pasar finansial global.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa rupiah mengalami tekanan sebesar 49 poin atau setara dengan 0,27 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari Selasa (3/6/2026) yang berada di level Rp17.856 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan disebabkan oleh harga minyak mentah yang terus naik.
"Rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, sentimen domestik juga makin memperparah kondisi mata uang Garuda. Apalagi, banyak investor yang tidak percaya terhadap ekonomi Indonesia.
"Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan BI akan mengintervensi secara agresif range 17.900-18.050," tandasnya.
Pelemahan rupiah menjadi sorotan tajam apalagi terlemah di Asia. Padahal, beberapa mata uang Asia lainnya menguat. Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,32 persen.
Baca Juga: Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan
Disusul, peso Filipina yang melesat 0,23 persen.Lalu, yen Jepang terkerek 0,11 persen dan baht Thailand menanjak 0,1 persen. Diikuti yuan China yang naik 0,05 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi
-
Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850
-
Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program
-
PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
-
Ironi Retret Magelang, 16 Kepala Daerah Tetap Kena OTT KPK Meski Sudah Dibriefing Prabowo